26 February 2020, 22:20 WIB

Sanders jadi Target di South Carolina


MI | Internasional

SENATOR Bernie Sanders mendapat serangan dari para pesaingnya dalam debat kandidat presiden asal Partai Demokrat di South Carolina, pada Selasa (25/2) waktu se­tempat. Debat tersebut digelar hanya beberapa hari sebelum pemilihan pendahuluan di negara bagian South Carolina dihelat pada 29 Februari.

Para pesaing mulai dari Joe Biden hingga Pete Buttigieg berusaha untuk menghentikan momentum Sanders yang kini berada di garis depan dalam pemilihan.

Mantan Walikota South Bend, Indiana, Pete Buttigieg, memperingatkan bahwa pertarungan antara Sanders melawan Presiden AS Donald Trump akan berarti “kekacauan” dan memecah belah bangsa.

“Saya beri tahu Anda apa artinya. Itu berakhir sebagai empat tahun lagi bagi Donald Trump,” katanya.

Joe Biden, mantan Wakil Presiden AS, juga turut menyerang Sanders terkait pe­ngendalian senjata.

Tak sampai disitu, aktivis miliarder Tom Steyer menuduh Sanders atas rencana pengambilalihan pemerintah atas sebagian besar ekonomi.

Serangan juga dilancarkan oleh Michael Bloomberg, mantan Wali Kota New York.
“Vladimir Putin berpikir bahwa Donald Trump harus menjadi Presiden Amerika Serikat, dan itulah sebabnya Rusia membantu Anda terpilih sehingga Anda akan kalah darinya,” ucapnya.

“Saya satu-satunya pilihan yang masuk akal,” kata Bloomberg sembari menggembar-gemborkan pengalamannya mengelola kota terbesar di Amerika tersebut selama 12 tahun.

Namun, Bloomberg ternyata juga mendapatkan sera­ngan dari Elizabeth Warren yang menyebutnya sebagai kandidat yang paling berisiko.

Dalam debat, Sanders pun membalas terkait tuduhan bahwa kebijakannya terlalu “radikal”.

Menurutnya, gagasan seperti itu ada di negara-negara di seluruh dunia, termasuk gagasan bahwa perawatan kesehatan adalah hak asasi manusia. “Kita perlu membawa orang-orang yang bekerja kembali ke Demokrat,” kata Sanders. (AFP/Nur/X-11)

BERITA TERKAIT