26 February 2020, 17:58 WIB

Promosikan Indonesia, Pemerintah Siapkan Rp75 M untuk Influencer


Andhika Prasetyo | Humaniora

PEMERINTAH menyiapkan anggaran sebesar Rp72 miliar untuk digelontorkan kepada para influencer mancanegara. Tujuannya adalah agar mereka mempromosikan destinasi-destinasi wisata di Tanah Air kepada dunia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengungkapkan pemerintah memilih untuk menggunakan jasa influencer internasional agar upaya pemasaran bisa lebih efektif.

"Kalau kita mau pengaruhi pasar Amerika Serikat, ya kita harus pakai influencer dari sana. Kalau influencernya dari Indonesia, tidak akan berpengaruh," ujar Wishnutama di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2).

Saat ini, lanjutnya, pemerintah masih memilah influencer-influencer yang akan diajak bekerja sama. Namun, fokus akan ditujukan kepada mereka yang berasal dari Amerika Serikat, India, Timur Tengah dan Australia.

"Intinya negara-negara yang kira-kira punya potensi luar biasa. Seperti Australia. Itu kan dekat, sejauh ini juga banyak yang berkunjung, pengeluaran mereka besar," jelasnya.

Baca juga: Perlambatan Ekonomi Ancam Pariwisata dan Investasi

Diharapkan, pada Maret mendatang, skema promosi tersebut sudah bisa berjalan.

"Sekarang kita masih pelajari, masih kita cari. Misalnya si A, engagement-nya berapa, viewers-nya berapa di YouTube atau Instagram. Yang paling bagus akan kita dekati," tuturnya.

Salah satu contoh influencer level dunia yang dianggap potensial adalah boyband asal Korea Selatan yakni Bangtan Boys atau BTS.

Namun, Wishnutama mengaku Indonesia tidak mampu memakai jasa grup tersebut karena tarif mereka terlampau mahal.

"Tidak. Kalau bayar influencer BTS tidak mampu kita. Bisa lebih dari US$10 juta (Rp138 miliar) mungkin tarif mereka," tandasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT