26 February 2020, 17:55 WIB

Gubernur Sumut Ajak Penambang Liar Madina Alih Profesi


Yoseph Pencawan | Nusantara

GUBERNUR Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengajak para penambang emas liar di Kabupaten Mandailing Natal untuk menghentikan aktivitasnya dan beralih menggarap lahan pertanian.

Gubernur Edy mengatakan, penertiban seluruh tambang ilegal di  provinsinya, terutama di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sulit dilakukan karena masyarakat belum memiliki alternatif sumber ekonomi lain.

"Bertani bisa menjadi salah satu solusi. Saya akan siapkan lahan untuk penambang liar di Madina untuk kembali bertani. Yang mau bertani silahkan, yang berkebun silahkan, yang ingin memelihara sapi, kambing dan ayam akan saya siapkan," ujarnya, Rabu (26/2).

Ia berjanji akan berupaya membantu para penambang ilegal Madina untuk alih profesi, tetapi dirinya tidak akan bersedia memberikan izin pada kegiatan pertambangan yang dilakukan di kabupaten yang berbatasan dengan Sumatra Barat tersebut.

Edy memastikan kegiatan pertambangan ilegal akan sangat membahayakan makhluk hidup karena melakukan pemakaian merkuri serta tigginya tingkat pencemaran akibat limbah obat kimia lain. Hal itu akan berdampak sangat negatif terhadap kehidupan serta kesehatan masyarakat, apalagi untuk ibu hamil dan janin yang dikandung.

Selain itu, Edy juga berjanji akan berupaya memfasilitasi dibangunannya pabrik karet di Madina. Madina merupakan daerah dengan curah hujan yang tinggi sehingga cukup tepat bila memiliki pabrik karet.

Pemprov Sumut sendiri sejauh ini sudah memberikan bantuan kepada 27 warga dari 11 desa yang marak terjadinya penambangan emas ilegal di Kabupaten Madina. Bantuan tersebut berupa benih padi, bawang merah, cabai merah, jagung, ternak kambing, domba, ayam dan alat-alat pertanian seperti traktor dan cultivator. (OL-12)

BERITA TERKAIT