26 February 2020, 16:32 WIB

Jokowi: Proyek Ibu Kota Baru Digarap Banyak Negara Asing


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo meminta jajaran menterinya untuk segera memetakan proyek-proyek pembangunan ibu kota negara baru.

Ia menyebut harus ada kejelasan terkait proyek apa saja yang akan diserahkan kepada swasta, baik melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha ataupun investasi langsung.

Pasalnya, sudah ada banyak negara sahabat yang menyatakan minat untuk ikut terlibat dalam penggarapan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur.

Baca juga: Yuk, Intip Profil Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru

"Kemarin saya menerima tamu dari Korea Selatan yang memiliki pengalaman dalam membangun ibu kota baru yang smart dan green. Mereka menyampaikan ketertarikan. Ini saya kira sebuah sinyal yang bagus," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/2).

Maka dari itu, lanjutnya, pemerintah harus bisa memberikan penjelasan secara gamblang terkait peluang mereka di dalam proyek tersebut.

"Mereka akan terlibat di wilayah mana. siapkan detil-detil proses kerja samanya," tutur Jokowi.

Baca juga: KLHK Siap Wujudkan Forest City di Ibu Kota Baru

Selain pemetaan proyek, presiden juga meminta para menteri segera menyelesaikan Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara.

"Segera selesaikan semua payung hukum yang dibutuhkan untuk pemindahan ibu kota. Saya dengar dari Kepala Bappenas bahwa rancangan undang-undangnya akan disampaikan ke DPR setelah reses. Saya kira ini sebuah persiapan yang memang penting agar payung hukum yang dibutuhkan betul-betul sudah siap," tandasnya. (Pra/A-3)

BERITA TERKAIT