26 February 2020, 13:45 WIB

Kampung Adat di Waingapu jadi Kampung Wisata Digital


Palce Amalo | Nusantara

KAMPUNG adat Praingu Prailiu di Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diresmikan menjadi kampung wisata digital pertama di daerah itu. Asisten Direktur, Deputi Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, Rut W Eka Trisilowati di Kupang, Rabu (26/2) mengatakan Kampung adat itu juga menjadi percontohan (piloting) QR Code Indonesian
Standard (QRIS). Peresmian kampung digital dilakukan Deputi Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti yang ditandai dengan Scan QR.

"UMKM adalah kekuatan ekonomi kita dan tentunya kalau ekonomi kita kuat, pastinya stabilitas moneter kita terjaga. Bank Indonesia berusaha memajukan UMKM salah satunya melalui implementasi QRIS," kata Rut W Eka Trisilowati.

Menurutnya, peresmian Kampung Wisata Digital dan Piloting QRIS kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Kantor Perwakilan bank Indonesia NTT, dan Bank NTT, untuk pengembangan pariwisata sebagai prime mover ekonomi.

Sedangkan QRIS yang mengusung semangat UNGGUL akronim dari universal, gampang, untung dan langsung. Bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi

Dengan program Kampung Wisata Digital, akan memudahkan wisatawan atau pengunjung untuk mencari informasi dari sebuah destinasi wisata maupun produk kerajinan seperti tenun ikat melalui scan pada QR produk. Selain itu, untuk menunjang kemudahan aktivitas para wisatawan dengan efisiensi transaksi pembayaran melalui penerapan QRIS

Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bank Indonesia terhadap masyarakat NTT khususnya Kabupaten Sumba Timur dengan membangun galeri tenun ikat sumba di Kampung adat Praingu Prailiu. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT