26 February 2020, 14:15 WIB

Khawatir Virus Korona, Ratusan Tamu di Hotel Tenerife Diisolasi


Nur Aivanni | Internasional

SEBUAH hotel di Tenerife di Kepulauan Canary Spanyol telah diisolasi setelah seorang dokter Italia dinyatakan positif mengidap virus korona. Ratusan tamu di H10 Costa Adeje Palace Hotel diminta untuk tetap berada di kamar mereka saat tes kesehatan dilakukan.

Dokter tersebut dilaporkan dari wilayah Lombardy yang terkena virus. Istri dokter itu juga dinyatakan positif virus korona. Keduanya dinyatakan positif virus korona pada Senin (24/2) dan diisolasi di Rumah Sakit Universitas Nuestra Señora de Candelaria. Dia akan menjalani tes kedua untuk mengonfirmasi virus tersebut.

Baca juga: Seorang Prajurit AS Terinfeksi Virus Korona di Korsel

Istrinya juga dibawa ke rumah sakit yang sama di mana ia juga dites positif dalam analisis pertama.

Media Spanyol melaporkan bahwa polisi tengah berjaga-jaga di hotel bintang empat yang berada di barat daya pulau itu. Mereka memastikan bahwa tidak ada yang masuk ataupun pergi dari hotel tersebut. Pihak berwenang pun mengelak langkah yang dilakukan tersebut sebagai karantina yang dipaksakan.

Juru bicara otoritas kesehatan Veronica Martin sebelumnya mengatakan bahwa para tamu hotel sedang dipantau untuk alasan kesehatan. 

"Tingkat pengawasan akan dinilai pada hari itu, tetapi sejauh ini, kita tidak berbicara tentang karantina," katanya, seperti dikutip dari BBC, Rabu (26/2).

Seorang tamu hotel memposting sebuah catatan yang terletak di bawah pintu kamar mereka pada Selasa (25/2) melalui akun Facebook-nya.

Catatan tersebut berbunyi, "Kami menyesal untuk memberi tahu Anda bahwa untuk alasan kesehatan, hotel ini telah ditutup. Sampai otoritas sanitasi memperingatkan, Anda harus tetap berada di kamar Anda".

Seorang tamu lain, John Turton, mengatakan kepada BBC bahwa dia dan istrinya telah melihat catatan itu.

"Hotel telah ditutup tetapi kami berusaha untuk melakukan yang terbaik dari apa yang terjadi. Kami belum diberi informasi lebih lanjut selain catatan tersebut tetapi kami hanya akan menunggu, mencoba dan menikmati liburan dan lihat apa yang terjadi," tuturnya.

Ia mengatakan bahwa orang-orang berjalan di sekitar hotel dan menggunakan kursi berjemur. Tetapi penjagaan polisi mencegah orang-orang untuk keluar.

Baca juga: KBRI di Seoul Tingkatkan Perlindungan WNI Terkait Virus Korona

Tamu lainnya, Nigel Scotland mengaku risau lantaran pria yang dinyatakan positif virus korona telah berada di hotel selama enam hari. 

"Selama waktu itu, mungkin lima atau enam ratus orang pasti telah meninggalkan hotel dan kembali ke berbagai tempat di Eropa," katanya. (BBC/OL-6)

BERITA TERKAIT