26 February 2020, 11:37 WIB

Banjir Pekalongan Meluas Pengungsi Bertambah


Akhmad Safuan | Nusantara

BANJIR di Pekalongan, Jawa Tengah kian meluas dengan ketinggian air 0,5-1,2 meter, jumlah warga terdampak mencapai 78.000 jiwa dan pengungsi meningkat hingga mencapai 4.461 jiwa tersebar di 54 lokasi di dua daerah tersebut.

Pemantauan Media Indonesia hingga Rabu (25/2), sejumlah masjid dan mushola di Kabupaten dan Kota Pekalongan masih dipenuhi oleh ribuan pengungsi, jumlah pengungsi meningkat hingga tiga kali lipat dibanding sebelumnya akibat hujan rak kunjung reda dan banjir melanda dua daerah itu semakin meluas.

Sejak dinihari ratusan orang sudah mulai sibuk memasak di dapur umum yang didirikan di berbagai lokasi, banjir yang sebelumnya hanya melanda beberapa kecamatan semakin meluas, tercatat di Kota Pekalongan 80% wilayah terendam air di seluruh kecamatan seperti Pekalongan Utara, Barat, Timur dan Selatan, sedangkan di Kabupaten Pekalongan yakni Kecamatan Tirto, Wonokerto dan Siwalan.

Data diperoleh dari posko induk di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 2.956 juwa atau meningkat dari sebelumnya sebanyak 600 jiwa tersebar di di 34 titik lokasi dan jumlah terdampak mencapai 64.000 jiwa atau meningkat dibanding sehari sebelumnya baru sekitar 13.929 jiwa.

Sementara itu, di Kota Pekalongan banjir akibat meluapnya Sungai Bremi dan Meduri ini jumlah pengungsi tercatat 1.505 jiwa yang tersebar di 20 titik lokasi pengungsian, jumlah terdampak sebanyak 14.000 jiwa dan 3.154 rumah terendam dengan kondisi terpatah di Kecamatan Pekalongan Utara dan Barat.

"Jumlah pengungsi bertambah pada malam tadi, karena banjir terus meluas dengan ketinggian capai 0,5-1,2 meter," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Sasmita.

Secara keseluruhan, demikian Sasmita, 80% wilayah Kota Pekalongan terendam banjir dan 14.000 jiwa terdampak, untuk mengantisipasi kebutuhan distribusi logistik dan obat-obatan ditingkatkan termasuk juga dapur umum menambah porsi makanan bagi warga baik di pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah-rumah.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardja mengatakan dampak hujan yang masih mengguyur tersebut, luas wilayah terlanda banjir meningkat merata dibeberapa kecamatan, sehingga jumlah pengungsi juga meningkat hingga sepuluh kali lipat dari sebelumnya. "Kita masih berupaya menyatukan lokasi pengungsian untuk mempermudah distribusi bantuan," tambahnya.

Saat ini pengungsi tersebar di 34 titik lokasi terutama di masjid dan mushola, ujar Budi, maka untuk mempermudah distribusi bantuan logistik, obat dan makanan siap saji sedang disiapkan tenda darurat di beberapa titik saja.

Mengurangi ketinggisn air dan genangan, lanjut Budi Rahardja, Bupati Pekalongan telah mengintruksikan dilakukan penjebolan Sungai Mrican dan juga penambahan pompa air, sedangkan untuk jangka pendek dilakukan
normalisasi saluran. “Saat ini yang penting menangani korban agar tidak kekurangan makanan dan tetap terjaga kesehatan,� katanya. (OL-13)

BERITA TERKAIT