26 February 2020, 09:12 WIB

Mowilex Bantu Penghijauan Tukad Mati


OL/PO/DW/AD/DY/N-2 | Nusantara

GERAKAN penghijauan sudah merasuk di kalangan warga dan pebisnis. Tidak mau diam saat lahan mangrove di Tukad Mati, Kota Denpasar, Bali, terancam kerusakan, PT Mo-wilex Indonesia menyumbangkan 5.000 bibit mangrove.

"Kami membantu Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari untuk merehabilitasi daerah aliran Sungai Tukad Mati yang rusak dan gundul. Ini juga menjadi rangkaian program menjelang HUT ke-50 Mowilex," ujar CEO Mowilex, Niko Safavi, kemarin.

Mowilex merupakan perusahaan pelopor dalam pengembangan praktik ramah lingkungan. Perusahaan ini merupakan produsen cat berbasis air pertama di Indonesia. Mereka juga menjadi perusahaan cat Indonesia pertama yang memiliki serti-fikat CarbonNeutral.

Mewakili Kelompok Nela-yan Prapat Agung, I Nyoman Sukra mengaku ia dan ke-lompoknya memiliki mimpi untuk mengembangkan ekowisata di Tukad Mati. "Modalnya kontribusi 5.000-an pohon sumbangan dari Mowilex ini." Penanaman pohon juga jadi pilihan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II untuk mencegah erosi dan sedimentasi di Bendung-an Tilong, di wilayah Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. "Setiap tahun, sedimentasi ke ben-dungan yang dioperasikan sejak 1998 ini terus bertambah banyak. Padahal, fungsi jembatan ini sangat vital untuk air baku dan pengairan sawah," ujar Kepala Satker Bendungan Tilong, Bernadeta Tea.

Di Sumatra Selatan, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex bertekad mengelola sumber daya alam secara optimal dan bertanggung jawab. "Untuk itu, kami memperhatikan kelestarian lingkungan." (OL/PO/DW/AD/DY/N-2)

BERITA TERKAIT