26 February 2020, 09:45 WIB

Negara Tetangga Pastikan tidak akan Isolasi Italia Terkait Korona


Basuki Eka Purnama | Internasional

NEGARA-NEGARA Eropa tetangga Italia, Selasa (25/2), berjanji akan tetap membuka perbatasan mereka meski wabah virus korona terus menyebar di 'Negeri Pizza' itu hingga mencapai Tuscany dan Sicily.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menyebut buruknya manajemen rumah sakit di utara negara itu sebagai penyebab wabah yang telah menewaskan 10 orang dan menginfeksi 322 orang di Italia. Hal itu menjadikan Italia sebagai negara Eropa dengan kasus terbanyak virus korona.

Kesepuluh orang yang tewas akibat virus korona di Italia adalah para lansia atau memiliki masalah medis sebelumnya.

Kini, para menteri kesehatan negara-negara tetangga Italia, dalam pertemuan di Roma bersama komisioner kesehatan Uni Eropa, Selasa (25/2), berjanji tetap membuka perbatasan mereka.

Baca juga: Swiss Laporkan Kasus Pertama Positif Virus Korona

Mereka mengatakan menutup perbatasan adalah langkah yang tidak tepat dan tidak efektif.

"Kita berbicara mengenai virus yang tidak menghormati perbatasan," ujar Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza.

Adapun Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan pihaknya memandang wabah itu dengan 'amat sangat serius'.

"Virus korona telah mencapai Eropa untuk pertama kali dalam situasi yang tidak kami mengerti serta sama sekali tidak terkait dengan Tiongkok. Ini berarti kami menghadapi situasi yang sama sekali baru. Menurut saya, ini akan menjadi semakin parah sebelum kemudian membaik," paparnya.

Tuscany melaporkan dua kasus pertama, termasuk satu di daerah pariwisata Florence. Adapun tiga kasus ditemukan di Sicily, termasuk sepasang suami istri asal Lombardy, tempat 240 orang dinyatakan positif virus korona. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT