26 February 2020, 08:40 WIB

Mahathir Isyaratkan Bentuk Pemerintahan Persatuan


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PERDANA Menteri sementara Malaysia, Mahathir Mohamad, mengusulkan untuk membentuk pemerintah persatuan dan telah mengundang anggota parlemen dari berbagai partai politik saingan untuk bergabung.

Kemungkinan itu diungkap sumber-sumber politik, kemarin, setelah pengunduran dirinya sebagai perdana menteri.

Mahathir mengusulkan gagasan koalisi besar kepada para pemimpin partai politik utama yang dia temui Selasa pagi, termasuk koalisinya yang baru saja tumbang dan partai-partai yang mereka kalahkan dalam pemilihan umum 2018, kata sumber tersebut.

"Dengan tidak adanya kandidat lain, tampaknya Mahathir siap untuk membentuk pemerintah," kata salah satu dari empat sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut.

Sumber kedua mengatakan, "Rencananya sekarang ialah membentuk pemerintah persatuan nonpartisan."

Sumber-sumber tadi tidak mau diidentifikasi karena mereka tidak berwenang berbicara kepada media. Kantor Mahathir tidak memberikan komentar segera mengenai hal ini.

Sebelumnya dilaporkan, tokoh-tokoh kunci dari kedua kubu yang berseteru terlihat mendatangi kantor perdana menteri, Selasa (25/2), untuk bertemu Mahathir Mohamad.

Di antara para pemimpin tersebut, ada Presiden Parti Pribumi Malaysia (Bersatu) Tan Sri Muhyiddin Yassin, Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi, Presiden PAS Abdul Hadi Awang, mantan Wakil Presiden UMNO Hishammuddin Hussein, dan Sekretaris Jenderal DAP Lim Guan Eng. Anwar Ibrahim, yang terbaru terlihat memasuki Kantor Perdana Menteri (PMO), diyakini akan bertemu Mahathir.

Sebelumnya, Muhyiddin Yassin juga terlihat tiba di PMO. Dia terlihat sebelumnya di kediaman Mahathir di Mines Wellness City. Ahmad Zahid Hamidi juga terlihat di Kantor Perdana Menteri. Begitu juga Azmin Ali, Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang baru-baru ini dipecat.

Wan Azizah Wan Ismail, yang datang ke Kantor Perdana Menteri ditemani putrinya, anggota parlemen PKR Nurul Izzah Anwar, terlihat meninggalkan PMO.

Di lain sisi, partai kubu oposisi Malaysia, kemarin, menyerukan pemilihan digelar dan menolak mendukung pemerintah bersatu mana pun di bawah Perdana Menteri sementara Mahathir Mohamad.

"Kami mendesak agar parlemen dibubarkan dan biarkan rakyat yang memutuskan," kata Annuar Musa, anggota Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu saat jumpa pers bersama tiga partai oposisi lainnya. (Malaymail/Ant/Hym/X-6)

BERITA TERKAIT