25 February 2020, 23:02 WIB

Pesan Cak Nun Bagi Generasi Milenial Di Sekolah Kharisma Bangsa


Syarief Oebaidillah | Humaniora

BUDAYAWAN kondang Emha Ainun Najib yang akrab disapa Cak Nun berorasi saat penutupan Festival Sains dan Budaya (FSB) 2020 di komplek Sekolah Kharisma Bangsa Pondok Cabe , Tangerang Selatan Banten, belum lama ini .

Cak Nun mengaku bangga dengan langkah dan program Kharisma Bangsa menggelar even sains dan seni budaya di tengah kondisi saat ini. 

“Saya bangga pada Kharisma Bangsa menjadi salah satu sekolah yang membina generasi muda atau generasi milienial untuk maju berkembang di dunia sains, seni dan budaya,” üjarnya.

Karena itu ia menyekolahkan anak anaknya di sekolah ini. Cak Nun mengingatkan para siswa dapat mempelajari bahwa kehidupan itu sangat komplek karena itu harus siap menjadi generasi yang membangun bangsa, bukan sebaliknya menjadi perusak bangsa.

Cak Nun juga menyoal Indonesia Emas pada 2045 yang tidak akan mudah untuk mewujudkannya. Ia berpesan kepada para siswa yang mengikuti kompetisi inovasi dalam gelaran FSB agar setelah selesai sekolah atau kuliah bersiap diri berkiprah di masyarakat yang penuh kompleksitas.

Pada pelaksanaan FSB 2020 tersebut digelar dua kompetisi tahunan bergengsi. Yakni, Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) dan Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI).

Dalam kesempatan penutupan acara tersebut, Presiden Indonesian ISPO 2020 Riri Fitri Sari berharap kepada seluruh siswa peserta dari 20 provinsi yang memiliki talenta bidang sains dapat terus mengembangkan ilmunya,menjadi generasi milenial yang menjadi pelanjut estafet Indonesia bergerak dari negara berkembang ke negara maju.

"Harapan dan pesan kami , kita jangan pernah berhenti belajar dan mengasah ilmu karena kompetisi di era revolusi industri.4,O ini semakin ketat ," kata Riri pada penutupan FSB tersebut yang bertajuk: Bangun Generasi Gemilang..

Baca juga : Diapresiasi, FSB Kharisma Bangsa Diharapkan Terus Berlanjut

Guru Besar Fakultas Teknik UI ini menegaskan kepada para juara FSB akan diikutsertakan pada kompetisi internasional di Genius Sains Project Olympiad di Amerika Serikat atau ke Mostratech di Brasil.

Selain itu, mendapat kesempatan pada ajang INEPO yang digelar di Belanda serta ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) dan Hong Kong Student Science Project Competition (HKSSPC).

Riri menilai pada ISPO 2020 ini seluruh peserta memiliki tekad dan semangat serta kepercayaan diri yang tinggi mulai dari presentasi perserta, kinerja, dan pameran. 

Kendati status mereka masih pelajar, dia melihat mereka telah berada siklus metodologi penelitian dengan baik. 

"Mereka menguasai semua riset dan metodologi juga memiliki gagasan orisinal serta mendapatkan sumber belajar baik dari tinjauan literatur dan internet,” tukasnya..

Presiden Osebi, Liliana Muliastuti menambahkan melalui Osebi para pelajar Indonesia dilatih memiliki rasa dan karsa guna membentuk manusia Indonesia seutuhnya. 

Liliana juga berharap perhatian pemerintah melalui Manajemen Talenta Nasional dapat menjadi wadah menggodok prestasi para siswa Indonesia lebih diperhatikan. 

Dia mencontohkan negara Korea Selatan yang sangat memperhatikan talenta anak bangsanya sehingga menjadi negara yang maju dalam bidang sains, teknologi juga budaya yang terkenal di dunia. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT