25 February 2020, 22:17 WIB

KPK Geledah Sita Dokumen dari Kantor Pengacara Ipar Nurhadi


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan suap yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Penggeledahan dilakukan di kantor Rahmat Santoso & Partner di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/2) sore.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri menyampaikan tim penyidik memperoleh sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus yang ditangani. Tim juga menyita sejumlah alat komunikasi.

"Dari penggeledahan yang tadi sudah dilakukan penyidik menemukan beberapa dokumen yang kami anggap terkait dengan berkas perkara. Serta (disita) alat komunikasi juga kemudian bagian yang akan dilakukan penyitaan," kata Ali di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/2) malam.

 

Baca juga: Buru Nurhadi, KPK Telusuri Sejumlah Lokasi di Jakarta

 

Kantor pengacara itu diketahui milik Rahmat Santoso yakni adik dari istri Nurhadi, Tin Zuraida. Ali menambahkan saat penggeledahan tim juga sempat mencari informasi keberadaan Nurhadi yang hingga kini masih buron.

Dalam kasus itu, KPK menetapkan Nurhadi beserta menantunya Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto sebagai tersangka kasus pengurusan perkara di lingkungan MA. Hingga kini, ketiganya belum ditahan KPK dan diketahui kerap tidak memenuhi panggilan penyidik.

Selama menjabat sekretaris di MA, Nurhadi diduga melakukan perdagangan perkara dan menerima suap serta gratifikasi senilai Rp46 miliar.

Adapun Rezky diduga menjadi perantara suap kepada Nurhadi dalam sejumlah pengurusan perkara perdata, kasasi, dan peninjauan kembali. Sementara itu, Hiendra disangkakan sebagai pemberi suap pengurusan perkara. (OL-8)

BERITA TERKAIT