25 February 2020, 22:11 WIB

KPK Limpahkan Perkara Suap Wali Kota Medan


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan penyidikan perkara suap yang menjerat Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin. Pelimpahan perkara suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahan Kota Medan tahun anggaran 2019 tersebut dilakukan ke Pengadilan Negeri Tipikor Medan.

"KPK telah melimpahkan berkas perkara atas nama terdakwa DE (Dzulmi Eldin) ke PN Tipikor Medan," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (25/2).

Pasal yang didakwakan kepada Dzulmi Eldin yaitu Pasal 12 huruf UU Tipikor a jo 55 ayat 1 ke-1 jo 64 ayat 1 KUHP atau pasal 11 UU Tipikor jo 55 ayat 1 ke-1 jo 64 ayat 1 KUHP.

Saat ini, penahanan Dzulmi dititipkan di Lapas Klas 1 Tanjung Gusta Medan. Selanjutnya, KPK akan menunggu penetapan majelis hakim mengenai jadwal persidangan. Menurut Ali, selama proses penyidikan kasus Dzulmi Eldin, KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap 102 saksi.

 

Baca juga: Akibat Banjir, KPK Tunda Pemeriksaan Kasus Suap KPU

 

Adapun dua terdakwa lain dalam kasus tersebut yakni Kepala Bagian Protokoler Pemkot Medan Syamsul Fitri Siregar dan Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari. Perkara Isa Asnyari dalam proses persidangan dan telah dituntut 2,5 tahun penjara. Adapun perkara Syamsul tengah menunggu sidang perdana.

Tengku Dzulmi Eldin terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Oktober 2019 berkaitan dengan dugaan penerimaan suap terkait dengan proyek dan jabatannya selaku Wali Kota Medan.Uang suap itu diduga berasal dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkot Medan Isa Ansyari yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

KPK menduga Isa Ansyari dimintai uang karena telah diangkat sebagai kepala dinas oleh Eldin. Isa sebagai kepala dinas memberikan uang sebesar Rp250 juta melalui transfer sebesar Rp200 juta dan Rp50 juta diberikan secara tunai.

Permintaan uang tersebut diduga untuk menambal biaya kunjungan kerja Wali Kota ke Jepang yang turut membawa keluarganya. Kunjungan tersebut sedianya dalam rangka kerja sama sister city antara Kota Medan dan Kota Ichikawa. (OL-8)

BERITA TERKAIT