25 February 2020, 21:34 WIB

Kasus DBD Meluas, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada


Atalya Puspa | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat 10.386 kasus demam berdarah dengue (DBD) di seluruh wilayah Indonesia hingga 23 Februari. Saat ini Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menjadi satu-satunya wilayah berstatus kasus luar biasa (KLB) DBD dengan jumlah 868 kasus dan 6 orang meninggal.

"Kasus menambah iya dari beberapa kabupaten kota. Tapi yang ditetapkan KLB sampai saat ini masih Sikka," jelas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kepada Media Indonesia, Selasa (25/2).

Nadia menuturkan terdapat sejumlah kabupaten/kota dengan kasus DBD tinggi. Rinciannya, Kabupaten Bandung 113 kasus, Kabupaten Bogor 129 kasus, Kota Bandung 118 kasus, Kabupaten Ciamis 106 kasus, Depok 172 kasus, Belitung 150 kasus, Jambi 114 kasus. Kota Jambi 172 kasus dan Palembang 122 kasus.

Lebih lanjut, Nadia mengungkapkan pihaknya telah membuat posko untuk penanggulangan DBD di Sikka. "Kita ada posko bersama dengan adanya tim bersama Kemenkes untuk penanggulangan KLB," ujar Nadia.

Baca juga: Pengobatan DBD Paling Ampuh: Jaga Asupan Cairan

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan DBD. Pertama, masyarakat harus memberantas sarang nyamuk dengan memberikan larvasida atau abate, pada tempat perindukan nyamuk di dalam maupun luar rumah.

"Mencegah gigitan nyamuk di pagi dan sore hari dengan menggunakan lotion, atau penyemprot nyamuk rumah tangga. Kerja bakti di kantor, sekolah dan tempat umum lainnya, termasuk pasar dan mushola," pungkasnya.

Di samping itu, pencegahan juga harus dilakukan pemerintah daerah dengan cara memantau. Dalam hal ini, jika terjadi peningkatan kasus  DBD, agar langsung dilakukan intervensi lingkungan.

"Petugas kesehatan harus memastikan bukan DBD pada pasien yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan. Karena saat ini adalah musim penularan DBD," tutupnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT