25 February 2020, 21:25 WIB

Cegah Sedimentasi, Tanam Pohon di Hulu Bendungan Tilong


Palce Amalo | Nusantara

BALAI Wilayah Sungai Nusa Tenggara II menanam pohon di hulu Bendungan Tilong di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur untuk mencegah erosi dan sedimentasi di bendungan tersebut.

Kegiatan itu akan diikuti pembangunan bangunan pengendali sedimen tahun ini. Hal itu dilakukan lantaran setiap tahun, sedimen yang masuk ke bendungan tersebut bertambah banyak.

"Saat ini sedang dilakukan studi untuk melihat laju sedimen yang paling cepat menuju bendungan di area yang mana," kata Kepala Satker Bendungan Tilong, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Bernadeta Tea di Kupang, Selasa (25/2).

Sedimentasi membuat bendungan yang dibangun 1998 itu mengalami pendangkalan. Menurutnya, pohon yang ditanam sebelumnya berada dekat permukiman penduduk.

Daya tampung Bendungan Tilong mencapai 19 juta meter kubik, menyuplai air baku ke Kota Kupang dan lebih dari 1.000 areal persawahan di
Kabupaten Kupang Saat ini air bendungan tersisa sekitar 8.000 meter kubik akibat kemarau panjang pada 2019, sedangkan curah hujan tahun ini masih di bawah normal.

Kondisi tersebut membuat air di bendungan kritis. Menurutnya, air yang masih ada di bendungan dimanfaatkan untuk kebutuhan air baku, sedangkan untuk air untuk irigasi sudah ditutup sejak tahun lalu. Jika curah hujan tetap di bawah normal, menurut Dia, banyak persawahan yang selama ini mengandalkan air dari Tilong, terancam gagal panen. Curah hujan rendah tidak hanya terjadi di wilayah itu, tetapi juga wilayah lainnya di Pulau Timor, Rote, dan Sabu Raijua. (OL-12)
 

BERITA TERKAIT