25 February 2020, 21:06 WIB

Dengan Iptek, Kopi Indonesia Bisa Merajai Dunia


Heryadi | Ekonomi

Indonesia memiliki hasil alam kopi yang luar biasa sehingga berpeluang besar menjadi raksasa industri kopi dunia. Kondisi tersebut dapat dilihat dari sektor hilir yang pada 2019 jumlah gerai kopi mencapai 3000 outlet atau tumbuh tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Namun dibutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar Indonesia bisa menghasilkan kualitas kopi nomor satu dunia.

"Dengan perpaduan ilmu pengetahuan dan teknologi dari hulu sampai hilir bisa menghasilkan kualitas kopi nomor satu dunia dan mendapatkan grade 99," papar Evani Jesslyn, Founder of First Crack Coffee, pada acara BrewFest 2020 yang digelar pada 21-23 Februari 2020 lalu di Atrium Senayan City, Jakarta.

Evani juga mendorong siapapun untuk membangun passion melalui bisnis kedai kopi. Bisnis ini dapat dijalankan dengan tiga modal utama yakni focus, passion, dan persistence.

Menurutnya, kopi yang nikmat bisa diperoleh dengan sejumlah syarat. "Buat saya untuk kopi yang enak itu mesti 3B: best bean, best barista dan best match. BrewFest 2020 adalah wadah yang tepat untuk mengembangkan bakat serta bisnis kedai kopi. Acara seperti ini perlu didukung oleh semua pihak," ujarnya.
 
BrewFest 2020 sendiri merupakan festival kopi yang digelar oleh Toffin Indonesia, yang telah berpengalaman di industri kopi selama 13 tahun,  bekerjasama dengan Cikopi.com.  Festival ini dikemas sebagai Urban Coffee & Tea Festival yang menggabungkan tiga platform yakni Conference, Exhibition and Appreciation.

Ario Fajar, Head of Marketing Toffin, mengatakan BrewFest 2020 menghadirkan pengisi acara yang mumpuni di bidangnya sekaligus memberikan berbagai informasi yang jarang dibicarakan di tempat dan event lain.

"BrewFest 2020 mengangkat kopi dan teh sebagai isu utama yang mencakup bisnis (komersial), karir atau profesi hobby & passion, inovasi & pengembangan, tren serta gaya hidup, yang dikemas dalam tiga konsep yakni Talk, Play, Show," ujarnya.

Selain kopi, BrewFest 2020 juga mengangkat teh sebagai salah satu konten acaranya. Ratna Somantri, Founder of Indonesia Tea Institute, menambahkan, teh Indonesia membutuhkan banyak dukungan agar industrinya bisa terus berkembang.

"Perlu upaya promosi yang terus menerus agar teh Indonesia bisa mendapat tempat di negeri sendiri. Serta upaya kreatif dan inovatif untuk membuat teh Indonesia menarik bagi generasi millenials,” jelas Ratna. (E-3)

BERITA TERKAIT