25 February 2020, 20:07 WIB

Tujuh Orang Tewas Selama Kunjungan Trump di India


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

TUJUH orang di New Delhi, India, dilaporkan tewas dalam aksi protes menentang regulasi kewarganegaraan baru yang kontroversial. Demonstrasi bertepatan dengan kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di India.

Kunjungan Trump dinodai kekerasan bernuansa religius paling mematikan di Ibu Kota India dalam beberapa dekade. Kekerasan kembali muncul di bagian utara-timur Delhi, yang mengalami bentrokan mematikan antara pendukung dan penentang undang-undang kewarganegaraan pada Senin (24/2) malam.

Dikhawatirkan ada bentrokan lebih lanjut. Dua wartawan dilaporkan telah diserang. Wartawan BBC yang bertugas di daerah itu mengungkapkan sekelompok orang melemparkan batu dan meneriakkan slogan.

Baca juga: Pertemuan Trump-Modi Hasilkan Kesepakatan Militer

Massa di beberapa bagian timur laut Delhi saling melempar batu. Laporan koresponden BBC menyebut situasi belum kondusif. Massa yang memegang tongkat dan batu, secara agresif meneriakkan Jai Shri Ram atau Hidup Dewa Rama.

"Kami melihat ban terbakar, asap membumbung tinggi. Wartawan dicemooh dan diperingatkan agar tidak merekam," tutur koresponden BBC, Yogita Limaye.

Seorang polisi dan enam warga sipil tewas dalam kekerasan paling mematikan di New Delhi, sejak Citizenship Amendment Act (CAA) disahkan pada tahun lalu. Sekitar 150 orang, termasuk 48 polisi, dilaporkan terluka.(BBC/OL-11)

BERITA TERKAIT