26 February 2020, 01:30 WIB

RI Maksimalkan Kerja Sama Ekonomi


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi melakukan sembilan pertemuan bilateral di sela-sela Sidang Dewan HAM PBB (High Level Segment of the Human Rights Council), yang dimulai Senin, (24/2), di Markas Besar PBB, di Jenewa, Swiss.

“Hari ini saya bertemu dengan rekan saya dari Belanda, Swedia, Palestina, Denmark, Ukraina, Arab Saudi, dan Norwegia. Saya juga bertemu dengan Dirjen WHO dan Komisioner Tinggi HAM,” ujar Menlu di sela-sela Sidang Dewan HAM PBB.

Selain membahas berbagai isu kerja sama bilateral Indonesia dan negara sahabat, serta berbagai isu di kawasan dan global yang menjadi kepentingan bersama juga menjadi pembahasan. Dari berbagai isu, setidaknya terdapat tiga isu utama.

Pertama, peningkatan kerja sama ekonomi. Menlu Retno menekankan pentingnya memokuskan pada kerja sama ekonomi di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia saat ini akibat berbagai isu termasuknya merebaknya virus Covid-19.

“Akses pasar bagi produk pertanian dan perkebunan Indonesia khususnya ke negara-negara pasar potensial nontradisional Indonesia terus dibuka,” jelas Retno.

Secara khusus, dengan Belanda, Menlu RI membahas rencana kunjungan Raja Belanda pada Maret 2020 ke Indonesia yang diikuti oleh sejumlah pengusaha negara tersebut.

Kedua, dukungan dunia terhadap perjuangan Palestina pascapengumuman rencana perdamaian yang digagas Amerika Serikat (AS). Menlu Retno menegaskan kembali pentingnya semua negara mendukung semua parameter internasional yang telah disepakati dalam upaya penyelesaian konflik Palestina dan Israel.

“Perlunya dibukanya kembali proses perundingan yang didukung oleh semua negara untuk mencari solusi yang lestari berdasarkan prinsip two state solution,” ujar Menlu.


Pemberdayaan perempuan

Ketiga, pemberdayaan peran perempuan dalam perdamaian. Dengan Menlu Swedia dan Norwegia, sesama menlu perempuan, Retno secara khusus membahas pemberdayaan perempuan dalam mendorong perdamaian dan toleransi.

“Upaya Indonesia dalam pemberdayaan kontribusi perempuan dalam perdamaian tidak berhenti pada tingkat nasional, namun juga dilakukan pada tingkat kawasan dan dunia,” jelas Retno.

Pada kesempatan itu Retno menyampaikan rencana pembentukan Southeast Asia Network of Woman Peace Negotiations and Mediators dan Indonesia-Afghanistan Women Networks yang akan diluncurkan pada Juni dan Maret 2020.

Di sela-sela Sidang HAM PBB, Menlu Retno juga bertemu dengan Komisioner Tinggi HAM, Michelle Bachelet. Ia mengucapkan selamat kepada Indonesia atas keanggotaannya di dua forum penting secara bersamaan, yaitu Dewan HAM dan DK PBB.

Selain itu juga mengapresiasi peran Indonesia dalam upaya mendorong penyelesaian isu di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Berbagai isu penting juga didiskusikan, mulai dari program Indonesia selama keanggotaan Indonesia di Dewan HAM PBB, hingga potensi kerja sama teknis dan penguatan kapasitas antara Indonesia dengan Komisioner Tinggi HAM dan negara lain yang memerlukan. (I-1)

BERITA TERKAIT