25 February 2020, 19:57 WIB

Korban Meninggal Akibat Virus Korona di Iran Bertambah


Nur Aivanni | Internasional

KORBAN meninggal akibat virus korona di Iran bertambah, media pemerintah melaporkan ada empat orang lagi yang meninggal karena Covid-19.

Dengan begitu, total kematian akibat virus korona menjadi 16 orang. Jumlah tersebut merupakan angka kematian tertinggi di luar Tiongkok.

Kantor berita negara IRNA mengatakan, dua orang dari korban meninggal tersebut adalah wanita lanjut usia di provinsi tengah Markazi dan satu lagi adalah pasien di provinsi utara Alborz.

"Salah satunya adalah seorang wanita berusia 87 tahun dengan riwayat penyakit kardiovaskular, paru, hati dan ginjal yang meninggal setelah dirawat di rumah sakit selama dua hari," Abbas Nikravesh, kepala universitas medis kota Saveh di Markazi, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (25/2).

Yang lainnya berusia 82 tahun dengan penyakit darah yang serius dan kardiovaskular. Dia meninggal setelah dirawat di rumah sakit selama sehari. Ia sempat mengunjungi anak-anaknya di Qom.

IRNA tidak menyebutkan nama pasien di Alborz atau merinci kondisi kesehatan yang mendasarinya.

"Pasien ini dalam perawatan khusus dalam beberapa hari terakhir ketika dia meninggal," kata Hassan Inanlou, wakil kepala universitas medis Alborz.

Kementerian Kesehatan Iran telah meminta warga Iran untuk tetap tinggal di rumah mereka. Hal itu menyusul jumlah kematian dari mereka yang terinfeksi oleh virus korona meningkat.

"Akan lebih aman bagi warga untuk tinggal di rumah. Ada 34 kasus baru yang dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir, termasuk 16 orang di kota Qom," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpour kepada TV pemerintah.

Kementerian Kesehatan mengatakan pada Selasa (25/2) bahwa ada 95 orang telah terinfeksi virus korona di Iran. (Channel News Asia/OL-2)

BERITA TERKAIT