25 February 2020, 19:50 WIB

Tokoh Betawi Ridwan Saidi Puji Ketegasan Anies Baswedan


Selamat Saragih | Megapolitan

TOKOH Masyarakat Betawi Ridwan Saidi menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki ketegasan selama memimpin Ibu Kota. Menurut dia, Anies hanya kurang teliti dan terlalu cepat percaya kepada orang-orang di sekitarnya.

"Anies mencoba membangun peradaban warga Ibu Kota. Dia punya kebijakan dan ketegasan sudah baik tapi kurang teliti. Menganggap semua orang sekitarnya baik. Contohnya TGUPP (Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan)," kata Babeh Ridwan dalam acara diskusi publik yang digelar Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) di Jakarta, Selasa (25/2).

Babeh Ridwan mengatakan Anies seperti sudah terlalu percaya pada bawahannya itu. Padahal, seharusnya TGUPP bukan hanya pendamping bidang birokrasi saja. Namun, pendamping politik malah menjadi tangan kanan yang melaporkan segala hal lain di luar birokrasi.

Toni Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa, menganggap wajar apabila seorang pemimpin mendapatkan kritikan atau serangan. Namun, hal itu harus disikapi secara wajar dan tidak menanggapi setiap kritikan itu sebagai serangan.

Baca juga:15 Ribu Warga Mengungsi, Anies: Makanan Cukup untuk Semua

"Jadikan bahan upaya agar Anies tidak terlalu mendengarkan bawahannya yang belum tentu benar. Karena selama ini Anies terlalu percaya kepada bawahannya, namun beberapa kebijakan justru mendapat protes," ungkapnya.

Diskusi yang mengangkat tema "Mengapa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Selalu Diserang, Siapa yang Diuntungkan" dihadiri pula oleh Amir Hamzah (Ketua Budgeting Metropolitan Watch) dan aktivis senior Tionghoa Luis Sungkarisma. Diskusi dimoderatori Ketua Amarta (Aliansi Masyarakat Jakarta) Rico Sinaga.

Kebijakan Anies kerap menuai protes seperti revitalisasi Monas, pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap 934 unit bangunan super mewah di kawasan 17 Pulau Reklamasi daerah Pantai Utara Jakarta. Padahal tiga bulan sebelumnya dikeluarkan IMB, Anies sudah menyegel bangunan totalnya 934 unit itu.
    
Kini masyarakat Jakarta juga mengkritik Anies akibat banjir merata melanda Ibu Kota baik permukiman maupun jalan raya. Banjir besar yang biasanya tahunan, kini frekuensinya menjadi bulanan dan lama-kelamaan menjadi harian. 

Kebijakan lain yang gencar dikritik publik ialah tentang anggaran lem Aibon senilai Rp82 miliar, penghargaan kepada Diskotik Colosseum, juga pengangkatan Direktur Utama (Dirut) PT Tranjakarta, Donny Andy Saragih, padahal berstatus terpidana sesuai putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA). (Ssr/A-3)

BERITA TERKAIT