25 February 2020, 19:30 WIB

Ini Dia Insentif Bagi Dunia Pariwisata Tangkal Korona


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Pemerintah telah selesai merumuskan insentif bagi sektor pariwisata yang terkena dampak negatif virus korona.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp298,5 miliar yang akan dibagi untuk beberapa pos.

Pos pertama adalah maskapai dan agen perjalanan. Mereka mendapat insentif sebesar Rp98,5 miliar untuk menurunkan tarif tiket pesawat.

Kemudian untuk kegiatan promosi sebesar Rp103 miliar, penyempurnaan daerah wisata sebesar Rp25 miliar dan influencer Rp72 miliar.

"Program ini khusus untuk mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri," ucapnya di Istana Negara, Selasa (25/2).

Adapun, untuk mendorong wisatawan lokal, pemerintah memiliki skema insentif berbeda.

Ani, demikian Sri Mulyani kerap disapa, memaparkan pemerintah akan memberlakukan diskon 30% untuk seluruh penerbangan ke sepuluh destinasi wisata yakni Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam dan Bintan.

Diskon 30% tersebut berlaku untuk 25% dari total tempat duduk yang tersedia per penerbangan.

Program yang terakhir adalah relaksasi pajak. Pemerintah pusat meminta 33 pemerintah kabupaten/kota yang tercakup dalam sepuluh destinasi wisata yang telah disebutkan tidak memungut pajak hotel dan restoran selama enam bulan ke depan.

"Sebagai gantinya, untuk penerimaan, daerah akan diberi kompensasi hibah. Pemerintah akan membayar Rp3,3 triliun kepada seluruh pemerintah daerah terkait," jelas Ani. (Pra/E-1)

 

BERITA TERKAIT