25 February 2020, 19:24 WIB

Akibat Banjir, KPK Tunda Pemeriksaan Kasus Suap KPU


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menunda pemeriksaan sejumlah saksi dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menjerat Harun Masiku.

Penyebabnya, kondisi teknis lantaran Jakarta dilanda banjir, termasuk area depan Gedung KPK.

"Karena ada kendala teknis banjir tadi pagi, sesuai kesepakatan antara penyidik dan para saksi pemeriksaan akan dijadwal ulang," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi, Selasa (25/2).

Semula, penyidik komisi akan memeriksa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, dan Komisioner KPU, Evi Novida Ginting. Penyidik juga mengagendakan pemeriksaan terhadap anggota DPR RI, Riezky Aprillia. Mereka akan diperiksa untuk tersangka Saeful Bahri. Satu saksi lainnya yang juga dipanggil KPK ialah advokat Donny Tri Istiqomah.

Baca juga: KPK Minta Harun Masiku Segera Menyerahkan Diri

"Semua saksi-saksi kasus PAW sepakat dengan penyidik untuk mengatur ulang jadwal pemeriksaan," imbuh Ali.

KPK sempat memeriksa Arief pada 28 Januari. Adapun Evi diperiksa beberapa hari sebelumnya, yakni 24 Januari. Untuk Riezky pernah diperiksa KPK pada 7 Februari.

Dalam kasus itu, KPK menetapkan empat tersangka. Sebagai penerima suap yaitu, Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina selaku orang kepercayaan Wahyu yang juga mantan anggota Badan Pengawas Pemilu. Adapun tersangka yang menjadi pemberi ialah politikus PDIP Harun Masiku dan Saeful Bahri yang juga pernah menjadi caleg PDIP.

Banjir di sekitar Gedung KPK terjadi sejak Selasa (25/2) pagi. Rumah Tahanan C1 KPK yang berada di Kompleks Gedung ACLC KPK, juga sempat tergenang. Air setinggi mata kaki (sekitar 10 cm) dilaporkan menggenangi bagian pintu masuk rumah tahanan. KPK pun langsung menyiapkan langkah evakuasi jika air masuk ke sel tahanan.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT