25 February 2020, 19:22 WIB

Pemerintah Siapkan Sejumlah Opsi Penyehatan Jiwasraya


Putra Ananda | Ekonomi

PEMERINTAH sudah menyiapkan beberapa opsi sebagai rencana pembayaran hutang dan penyehatan keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Namun, Ketua Panja Jiwasraya Aria Bima menuturkan opsi-opsi yang sudah disiapkan tersebut belum bisa dipaparkan secara lebih detil ke publik.

"Ada Penyuntikan Modal Negara (PMN), holdingisasi, privatisasi. Itu semua bisa dilaksanakan, bisa tidak dilaksanakan semua. Tapi, ini intinya bukan kita tidak mau transparan, tapi ini masih by process," ujar Aria ketika ditemui usai rapat Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya Komisi VI yang dilaksanakan secara tertutup dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/2).

Aria mengatakan negara menjamin bahwa semua pemilik polis baik yang sfiatnya tradisional maupun saving plan akan mendapatkan dana mereka kembali. Negara akan bertanggung jawab untuk menyehatkan Jiwasraya yang menjadi bagian dari perusahaan yang dikelola oleh BUMN.

"Beri ketenangan dulu. Negara mampu membereskan persoalan ini. Mereka bukan ingin menanam atau ikut asuransi Jiwasraya, dia tahu itu di belakangnya ada BUMN. Ini yang kita akan jaga. Dia tahu ini adalah dibelakangnya oemerintah. Maka, negara dalam hal ini harus hadir dan bertanggung jawab," ungkap Aria.

Terkait opsi PMN senilai Rp15 triliun yang akan disuntikkan sebagai dana talangan untuk penyehatan Jiwasraya, Aria menjelaskan bahwa belum ada keputusan resmi terkait hal tersebut.

Keputusan opsi pelunasan utang nasabah Jiwasraya akan diambil melalui rapat panja gabungan yang akan dilakukan oleh Komisi III, VI, dan XI setelah minggu pertama pasca reses.

"Belum ada keputusan sama sekali. Yang pasti opsi yang diambil harus mampu menutup dari semua defisit tanggung jawab yang ada," ujarnya. (E-3)

BERITA TERKAIT