25 February 2020, 18:30 WIB

Berusia 40 Juta Tahun, Bukit Pandawa Layak jadi Warisan Geologi


Ardi Teristi | Humaniora

SEBUAH bukit yang diberi nama Pandawa di Desa Sidorejo, Godean, Sleman layak menjadi warisan geologi (geo heritage). Bukit ini spesial karena batuan dioritnya berusia sangat tua.

"Usianya empat puluhan juta tahun yang dulunya berada di dasarnya laut," kata Prof Bambang Prastistho ahli geologi dari Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, Selasa (25/2) siang. Hal tersebut terbukti ada endapan dasar laut dan bagian dari aktivitas gunung api purba.

Batuan di bukit ini sangat penting bagi kita untuk melacak jejak sejarah terbentuknya daratan, khususnya Pulau Jawa. Oleh sebab itu, bukit tersebut harus dilindungi agar jangan sampai ditambang.

Peneliti Ahli Utama Badan Geologi, Kementerian ESDM, Hanang Samodra menjelaskan, pihaknya memverifikasi usulan geo heritage dari Pemda DIY. "Kami memverifikasi layak atau tidak menjadi warisan geologi (geo heritage)," kata dia.

Untuk menjadi warisan geologi, ada tahapan yang harus dilalui, yaitu mulai pengusulan dari daerah ke Kementerian ESDM, Kementerian ESDM membentuk tim verifikasi dan proses verifikasi, dan kegiatan focus group discussion oleh pemerintah daerah. Setelah itu, kawasan tersebut akan ditetapkan sebagai warisan geologi.

"Setelah ditetapkan, fungsinya bisa digunakan untuk macam-macam, misalnya untuk kawasan konservasi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pariwisata.

Pihaknya dalam kesempatan tersebut hanya melihat data faktual lapangan, fungsi konservasi, dan fungsi pemanfaatan. "Ini jarang dimiliki tempat lain sehingga layak untuk dijadikan warisan geologi," kata dia.

Ia mengatakan, kita hidup dalam potongan sejarah geologi yang dulu yang dimulai dari 4,5 miliar tahun yang lalu. Batuan di Bukit Pandawa berusia sekitar 40 juta tahun sehingga bukit tersebut layak untuk dijadikan warisan geologi.

Lapisan tanah diorit di Bukit Pandawa terbuka setelah dibangun perumahan di sekitar tersebut. Alim Sugiantoro selaku pengembang perumahan tersebut mengatakan, pihaknya telah lama berkoordinasi dengan tim geologi UPN Yogyakarta terkait batuan tua di Bukit Pandawa.

Alim mendukung penetapan Bukit Pandawa sebagai warisan geologi. "Semoga banyak peneliti yang datang, tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari luar negeri," kata dia di lokasi.

Ia mengatakan, keberadaan perumahan tidak akan merusak keberadaan Bukit Pandawa. Semua yang membeli rumah dan tinggal di perumahan tersebut telah menyetujui untuk menjaga kelestarian Bukit Pandawa. DIY saat ini telah memiliki sembilan warisan geologi. Tahun ini, DIY mengusulkan sebelas warisan geologi. (OL-12)

BERITA TERKAIT