25 February 2020, 17:51 WIB

Inilah Alasan Pulau Sebaru Jadi Karantina ABK World Dream


Ihfa Firdausya | Humaniora

PULAU Sebaru di Kepulauan Seribu dipilih menjadi tempat karantina para ABK Kapal World Dream yang dikhawatirkan terjangkit virus korona. Alasan utama dipilihnya pulau tersebut lantaran ia tidak berpenghuni.

Selain itu, keberadaan bangunan-bangunan yang dapat digunakan untuk karantina para ABK menjadi alasan lain pemilihan Pulau Sebaru.

Menurut Sesditjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto, pulau tersebut telah memiliki bangunan-bangunan yang sebelumnya digunakan untuk rehabilitasi orang-orang dengan ketergantungan narkoba. Namun, saat ini bangunan tersebut tidak digunakan lagi.

"Di sana sudah ada delapan gedung bangunan bertingkat yang terdiri dari kamar-kamar, ada ruang makan bersama, dan sebagainya. Fasilitas ini ada dan selama ini tidak pernah digunakan karena memang tidak ada rehabilitasi di sana," ungkap Achmad dalam teleconference di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (25/2).

Menurutnya, terdapat 168 tempat tidur yang bisa ditambah hingga 200 tempat tidur. Bangunan-bangunan di Pulau Sebaru ini juga sudah dilengkapi fasilitas tempat makan, listrik, dan air bersih.

"Mulai kemarin (24/2) kesiapan pulau ini kita cek ulang. Beberapa teman-teman TNI sudah bergerak ke sana untuk melakukan pengecekan fungsi dan masih akan terus dilakukan pengecekan, perbaikan, karena memang sebelumnya sudah lama tidak digunakan," jelas Achmad.

Oleh karena itu, lanjutnya, pulau ini menjadi ideal karena ketersediaan fasilitas tersebut ditambah tidak berpenghuni.

"Ini jauh dari pemukiman dan tidak ada masyarakat sekitar yang ada di sana. Kalau pun sehari-hari ada yang singgah, itu hanya nelayan yang mencari ikan di sekitar situ karena ada sumber air yang bagus dan terkelola dengan baik," pungkasnya.

Sekitar 188 orang Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di Kapal World Dream akan dijemput pemerintah esok hari (26/2) pukul 10.00 WIB di Selat Durian, Riau, menggunakan KRI Soeharso. KRI Soeharso yang mengangkut para ABK tersebut rencananya tiba di Pulau Sebaru Kecil pada Jumat (28/2) dinihari. (OL-4)

BERITA TERKAIT