25 February 2020, 17:10 WIB

KPK Geledah Kantor Pengacara Milik Ipar Nurhadi


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

TIM Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan suap yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Penggeledahan dilakukan di kantor Rahmat Santoso & Partner di Surabaya. Kantor pengacara itu diketahui milik adik dari istri Nurhadi, Tin Zuraida.

"Benar ada penggeledahan terkait perkara tersangka NHD (Nurhadi) di kantor Rahmat Santoso & Partner, Surabaya," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (25/2).

Ali belum bisa merinci kegiatan penggeledahan tersebut terkait barang yang disita. Ia mengatakan penggeledahan hingga kini masih berlangsung. Ali juga belum membeberkan keterkaitan kantor pengacara milik iparnya tersebut dalam kasus yang ditangani KPK itu.

"Masih berlangsung penggeledahannya," imbuhnya.

Dalam kasus itu, KPK menetapkan Nurhadi beserta menantunya Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto sebagai tersangka kasus pengurusan perkara di lingkungan MA. Hingga kini, ketiganya belum ditahan KPK dan diketahui kerap tidak memenuhi panggilan penyidik.

Selama menjabat sekretaris di MA, Nurhadi diduga melakukan perdagangan perkara dan menerima suap serta gratifikasi senilai Rp46 miliar.

Adapun Rezky diduga menjadi perantara suap kepada Nurhadi dalam sejumlah pengurusan perkara perdata, kasasi, dan peninjauan kembali. Sementara itu, Hiendra disangkakan sebagai pemberi suap pengurusan perkara.(OL-4)

BERITA TERKAIT