25 February 2020, 17:05 WIB

Soal Pemulangan Anak Yatim Eks IS, Yasonna: Kalau Bisa, Segera


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

PEMERINTAH masih melakukan kajian terkait rencana pemulangan anak yatim berusia di bawah 10 tahun yang sempat diajak mengikuti Islamic State (IS).

"Asesmennya masih jalan dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Densus, Polri, dan Kementerian Hukum dan HAM. Akan ada proses kesana untuk asesmen," ucap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Gedung DPR, Selasa, (25/2).

Baca juga: Pemerintah Akan Pulangkan Anak Yatim Eks IS di Bawah 10 Tahun

Pemerintah, sambung dia, terus memutakhirkan data perkembangan segala aspek untuk pemulangan anak yatim eks IS sehingga rencana pemulangan anak yatim eks IS dapat dilakukan dengan baik.

"BNPT yang berkoordinasi, tapi ini terus tiap hari ada proses update data tiap hari," ucapnya.

Baca juga: Paspor WNI yang Bergabung IS Diblokir oleh Kemenkumham

Saat ditanya, kapan target pemulangan anak eks IS akan dilakukan, Yasonna mengaku pemerintah akan berusaha secepatnya.

"Kalau bisa, segera. Tapi inikan eks IS di sana kan tidak mudah kondisinya, berserak-serak juga kan lokasinya. Makanya kita terus melakukan kerja sama dengan pemerintahan yang ada maupun dengan pemerintah Turki dan komunitas internasional," tukasnya.

Baca juga: Pemulangan Anggota IS Eks WNI Ancam Keamanan Nasional

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyatakan pemerintah Indonesia akan memulangkan anak-anak eks anggota IS asal Indonesia yang berusia di bawah 10 tahun dan berstatus yatim piatu. (X-15)
 

BERITA TERKAIT