25 February 2020, 17:15 WIB

Warga Masih Trauma, Banjir Kembali Datang


Gana Buana | Megapolitan

DAMPAK banjir yang dirasakan ratusan ribu warga Kota Bekasi pada awal 2020, belum juga hilang. Musibah tersebut kembali datang pada Selasa (25/2) pagi. Meski genangan air tak separah banjir pada awal Januari lalu, banjir kali ini cukup membuat mereka terpukul.

Ivan Faisal, warga Perumahan Jati Unggul RT07/19, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, mengungkapkan banjir yang melanda lingkungan tempat tinggalnya saat ini mencapai dua meter. Tinggi air tersebut bahkan menyerupai kondisi banjir yang melanda Perumahan Pondok Gede Permai pada awal Januari lalu.

“Sejak banjir awal tahun, tiap hujan kami (warga) bersiap, apalagi melihat hujan lebat pada dini hari tak kunjung berhenti,” kata Ivan, Selasa (25/2).

Ivan bercerita, air mulai memasuki pekarangan rumahnya sejak pukul 05.00 WIB Selasa dini hari. Barang-barang berharga miliknya mulai ia amankan mulai dari baju, perabot rumah tangga, dan peralatan elektronik. Setiap hujan turun ia tak bisa tertidur pulas dan memilih bergadang. Apalagi, setelah pemerintah setempat memperpanjang status siaga darurat bencana hingga Maret mendatang.

“Beberapa hari ini jarang tidur, karena kan memang setiap malam, setiap hari itu hujan, enggak tenang hidup,” tutur Ivan.

Warga lainnya, Nadya pun mengaku trauma. Apalagi pada banjir awal Januari  lalu, dia  kehilangan beberapa perabot lantaran saat itu ia bersama keluarga pergi keluar kota. Ia sendiri tak menyangka jika rumahnya itu bakal terendam banjir.

“Karena biasanya kan enggak banjir, banjir pertama itu tahun 2007 lalu. Enggak masuk rumah tapi, nah ini kaget kemarin awal tahun parah, sekarang juga masuk rumah,” kata dia.

Sejak saat itu, Nadya enggan membeli perabot rumah tangga sampai pemerintah menyatakan kondisi aman. Saat ini, ia masih tidur dengan alas kasur di lantai dua rumahnya.

“Jadi yang dil antai satu itu habis , mulai dari lemari, bupet, elektronik, sofa. Semua dibuang, sekarang enggak mau beli karena memang masih siaga, dan saat ini terbukti banjir lagi,” tutur dia.

Nadya berharap pemerintah serius mengatasi banjir. Misalnya dengan menangani seluruh pembangunan polder dan pompa air di Kota Bekasi.

Berdasarkan data yang diperoleh ada 32 titik banjir di Kota Bekasi, pada Selasa (25/2). Sebagian banjir tersebut disebabkan dari luapan aliran kali.

Sejumlah akses jalan juga terputus akibat banjir, seperti di Jalan KH Noer Ali, Bekasi Barat atau Kolong Tol JORR, Jalan Bintara Raya, maupun Jalan Jatibening.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan, ketinggian air banjir bervariasi mulai dari 80 sentimeter hingga 100 sentimeter. Ia menduga banjir disebabkan rencana normalisasi Kali Bekasi belum berjalan.

“Pengerjaan normalisasi itu harusnya dilakukan oleh BWSCC (Balai Besar-Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane) pada tahun ini,” kata Tri.

Tri berharap roses pengerjaan normalisasi Kali Bekasi itu dipercepat.
Sebab, sesuai apa yang diberitakan sebelumnya Kementerian PUPR sudah menganggarkan sekitar Rp4,3 triliun untuk penanganan Kali Bekasi.

“Semoga dengan kondisinya banjir yang memang semakin berat ini bisa ada percepatan,” tandas Tri. (M-4)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT