25 February 2020, 16:47 WIB

DBD Serang 868 Warga di Sikka, 7 Tewas


Alexander P Taum | Nusantara

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan, saat ini 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka sudah terserang DBD.

"Kasus DBD di Sikka terus meningkat. Data saat ini sudah mencapai 868 kasus. Sementara yang meninggal akibat DBD tercatat sudah tujuh orang. Yang meninggal ini didominasi oleh anak-anak," ujar Petrus Herlemus, Selasa (25/02/20).

Ia mengatakan, dari Januari hingga Februari tahun 2020, kasus DBD di Sikka sangat menggila apabila dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga butuh penanganan yang luar biasa.

"Pada saat dinyatakan KLB jumlah DBD meningkat lebih dramatis. Ini menunjukkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Sikka belum berjalan maksimal," ujar Petrus.

Dirinya juga menyampaikan, kasus DBD di Sikka yang meningkat ini sudah mendapatkan teguran dari kementerian kesehatan. Selain itu, ia juga mengutarakan kendala yang dihadapi saat ini adalah terbatas daya tampung di rumah sakit untuk menampung pasien DBD. Dan juga, tenaga kesehatan seperti dokter mengalami kekurangan.

Dikatakannya, saat DBD meningkat di Sikka, dirinya merasa ketakutan sebab tiga alat analyzer untuk pemeriksaan darah milik dinas kesehatan yang diletakkan di puskesmas terancam mengalami kerusakan.

Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, telah menyurati Kementerian Kesehatan RI guna meminta bantuan tambahan 5 buah alat analyzer DBD. Yang ada saat ini sudah bekerja over kapasitas.

Analyzer DBD di 3 Puskesmas dan RSUD di Sikka saat ini mengalami over kapasitas karena telah bekerja diluar kapasitasnya.

"Alat analyzer kita sudah di luar kapasitas bekerjanya. Yang biasanya satu hari maksimalnya 100 sampel. Sekarang, dalam satu hari 200 ke atas sampel darah yang diperiksa. Alat ini sudah mulai onar. Ini yang saya khawatirkan. Bisa repot nantinya," tandasnya. (PT/OL-10)

BERITA TERKAIT