25 February 2020, 16:27 WIB

Ribuan Rumah di Pekalongan dan Batang masih Kebanjiran


Akhmad Safuan | Nusantara

BANJIR dengan ketinggian air 50-100 centimeter masih merendam Pekalongan dan Batang, Jawa Tengah. Ribuan rumah termasuk RSUD Kraton Pekalongan kebanjiran sejak Senin (24/2).

 

Pemantauan Media Indonesia Selasa (25/2), ratusan warga masih  mengungsi dibeberapa masjid karena tempat tinggalnya terendam banjir lebih dari 50 -100 centimeter. Beberapa dapur umum sejak pagi juga terus menyuplai makanan memenuhi kebutuhan warga baik di pengungungsian maupun wilayah lain.

 

Wilayah Kabupaten Pekalongan yang terendam banjir yakni, Desa Depok (Kecamatan Siwalan), Desa Mulyorejo, Desa Pacar, Desa Karangjompo dan Desa Tegaldowo (Kecamatan Tirto), bahkan banjir yang terjadi sejak Senin (24/2) belum menunjukan tanda-tanda surut, sehingga warga kesulitan beraktivitas  dan memilih bertahan di rumah.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mencatat banjir di merendam 3.154 rumah dan berdampak terhadap 13.929 jiwa (4.254 keluarga) dan 600 keluarga lain mengungsi.

 

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo mengatakan banjir terjadi akibat luapan beberapa sungai tersebut diperkurakan lama surut. Disebabkan hujan dengan intensitas sedang dan tinggi masih mengguyur daerah ini.

 

“Kita sedang berupaya mengumpulkan pengungsi di satu titik dan menambah dapur  umum, sehingga lebih mudah menyalurkan bantuan,” kata Budi.

 

Sementara itu,  RSUD Kraton Pekalongan ikut kebanjiran dengan ketinggian air mencapai 50 centimeter menyebabkan  20 pasuen rawat inap dievakuasi ke ruang lain yangaman dari banjir, ungkap Wakil Direktur RSUD Kraton Pekalongan Zaqi Mubaroq.

 

Tidak hanya Pekalongan, banjir juga merendam 10 desa di Kabupaten Batang dengan ketinggian bervariasi 40-50 centimeter, yakni Desa Denasri Kulon, Denasri Wetan, Watesalit, Kalipucang Kulon dan Kalipucang Wetan, Kelurahan Karangasem Selatan, Karangasem Utara, Kasepuhan,  Proyonangan Tengah, dan Proyonangan Utara.

 

“Sejumlah warga terpaksa kita evakuasi karena rumah mereka sudah terendam banjir cukup tinggi dan membahayakan jiwa,”kata Bupati Batang Wihaji.

 

Pemkab Batang,lanjut dia, telah menyiapkan kebutuhan logistic danobat-obatan serta mendirikan dapur umum di beberapa wilayah dan posko pengungsian.Untuk mengantisipasi banjir  telah dimintakan ke gubernur Jateng untuk menormalasasi sungai. (OL-13)

BERITA TERKAIT