25 February 2020, 16:02 WIB

Tragedi Sungai Sempor, tidak Diawali Rencana Matang


Agus Utantoro | Nusantara

KEGIATAN susur Sungai Sempor di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menewaskan sejumlah pelajar, pekan lalu, tidak diawali perencanaan matang.

Hal tersebut terungkap setelah Polres Sleman memeriksa 25 saksi serta sejumlah dokumen kegiatan.

Wakapolres Sleman, Kompol Kasim Akbar Bantilan, kegiatan susur sungai yang diikuti oleh 249 Pramuka, siswa SMP Negeri 1 Turi itu tidak pernah direncanakan. Namun, kegiatan itu diputuskan sesaat menjelang kegiatan kepramukaan di sekolah tersebut pada Jumat (22/2).

''Inisiatornya tersangka yang berinisial IYA,'' kata Akbar, Selasa (25/2).

Menjelang pelaksanaan susur sungai, lanjut Akbar, inisiator kegiatan, IYA pamit meninggalkan lokasi karena ada kegiatan yang harus dilakukan, yakni transfer uang.

Dalam kegiatan itu, Pembina Pramuka yang berinisial R, bertugas menjaga barang-barang milik siswa di sekolah, sehingga tidak ikut ke sungai. Sedangkan DDS bertugas menjaga titik finish.

''Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka,'' kata Akbar.

Sedangkan 249 anak yang mengikuti kegiatan hanya dipandu oleh empat orang saja.

''Bagaimana mungkin empat orang menjaga dan membimbing 249 anak,'' katanya.

Bahkan saat terjadi musibah, empat Pembina Pramuka yang mendampingi siswa ikut terseret arus hingga 50 meter, namun dapat menyelamatkan diri.

Selain tidak direncanakan dengan baik, tetapi juga tidak dipersiapkan peralatan keselamatan untuk menghadapi risiko yang mungkin terjadi.
Fatalnya kegiatan susur sungai ini tidak membatalkan kegiatan ketika turun hujan.

''Kelalian, kealpaan mereka menyebabkan sepuluh siswi  meninggal dan puluhan luka-luka,'' ucapnya.

Sementara itu, di depan wartawan, IYA menyatakan dirinya sesaat sebelum 249 siswa turun sungai mengecek dan memastikan sungai dalam kondisi baik-baik saja.

IYA mengatakan kegiatan susur sungai ini bertujuan untuk mengenalkan anak didik lebih mengenal sungai.

''Saya meminta maaf yang paling dalam kepada keluarga siswa yang menjadi korban. Ini risiko dan apapun yg menjadi keputusan, saya akan terima. Semoga keluarga memaafkan kami,'' katanya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT