25 February 2020, 11:55 WIB

Polisi Bongkar Produsen Pupuk Palsu di Sidoarjo


Heru Susetyo | Nusantara

PETUGAS Reskrim Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, mengungkap produsen pupuk palsu  di Dusun Buluresik Desa Manduro Manggung Gajah Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto.  Praktik terlarang ini sudah berjalan selama 14 tahun dengan kapasitas produksi 20 ton dalam sebulan.

 

Praktik pupuk ilegal itu terungkap berawal dari kecurigaan petugas terhadap truk Nopol NE-9443-CQ yang melintas di jalan arteri Porong Kabupaten Sidoarjo pada Jumat (14/2) lalu. Saat dihentikan, truk tersebut ternyata bermuatan pupuk jenis TSP dengan merk TSP-46. Jumlahnya mencapai 440 sak atau 22 ton.

 

Pupuk tersebut tidak memiliki sertifikat SNI, dan pada kemasan tidak dicantumkan kandungannya.  Dari hasil interogasi petugas, pupuk palsu tersebut diproduksi CV Bangun Tani di Dusun Buluresik Desa Manduro Manggung Gajah Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Sementara pemiliknya adalah H Abdul Rochim warga Desa Sumorame RT 01 RW 05 Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo.

 

"Praktik pembuatan pupuk ilegal ini sudah beroperasi kurang lebih 14 tahun," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji, Selasa (25/2).

 

Pupuk TSP tak berstandar SNI itu berbahan baku dolomit dan gipsun yang dicampur menjadi satu. Selanjutnya dimasukkan ke dalam mesin parabola untuk digiling. Dari hasil penggilingan akan keluar butiran-butiran. Selanjutnya butiran-butiran tersebut dimasukkan ke dalam mesin parabola untuk diberi warna dan pemadatan.  Setelah itu dijemur selama dua hari hingga kering, dan kemudian dikemas menggunakan kertas sak. 

 

Kapolresta menambahkan, pupuk hasil produksi CV Bangun Tani tersebut dipasarkan di wilayah Bali dan Sumatera dengan harga Rp50 per sak isi 50 kilogram. "Kapasitas produksi dalam sebulan kurang lebih 20 ton dengan omzet mencapai Rp250 juta per tahun," kata Sumardji.

 

Kemudian dari hasil penggeledahan pabrik pupuk palsu ini, polisi mengamankan sejumlah barang  bukti. Yaitu satu unit mesin penggiling,  tiga buah scrop, 84 sak (2,1 ton) berisi karbon, 587 sak (14,6 ton) berisi dolomit.  Barang bukti yang disebutkan tersebut merupakan bahan baku pupuk.   

 

Petugas juga mengamankan satu unit truk merk Hino warna hijau yang dihentikan di jalan arteri. Akibat perbuatannya,  tersangka dikenai pasal  120 ayat (1) junto pasal 53 ayat (1) huruf b UU Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian. Ancamannya pidana penjara paling lama lima tahun dan pidana denda paling banyak Rp3 miliar. 

 

Tersangka juga dikenai Pasal 113 Jjo Pasal 57 ayat (2) UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancamannya pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5 miliar. Saat ini tersangka ditahan di rumah,  karena sakit diabetes. (OL-13) 

 

BERITA TERKAIT