25 February 2020, 11:55 WIB

Ribuan Rumah di 14 Kecamatan Karawang Terendam Banjir


Cikwan Suwandi | Nusantara

TERCATAT sebanyak 10.529 rumah di 14 kecamatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat terendam banjir. Curah hujan yang tinggi selama tiga hari terakhir, sementara drainase  dan syphon tersumbat sampah menjadi penyebab banjir di Karawang.

 

Komando Distrik Militer (Kodim) 0604 Karawang, Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo mengatakan warga yang terdampak banjir di Karawang saat ini sebanyak 32.961 jiwa. Kemudian yang mengungsi, lanjut Yasin, sebanyak 9.514 jiwa.

 

"Saat ini mencapai 14 kecamatan (dari jumlah 30 kecamatan Karawang)," kata Medi kepada Media Indonesia, Selasa (25/2).

 

Pihaknya, jelas Medi, telah menerjunkan sebanyak 120 personil TNI untuk membantu penanganan banjir di Karawang. Selain itu, dari 12 koramil saat ini sembilan koramil telah dikerahkan.

 

Sementara Sekretaris Daerah Karawang, Acep Jamhuri menyebutkan, banjir terjadi di tiga desa Kecamatan Kutawaluya, dua desa Kecamatan Jayakerta, empat desa Kecamatan Cilebar. Lalu empat desa di Kecamatan Telukjambe Barat. Tiga desa di Kecamatan Rengasdengklok.

 

Banjir juga menerjang satu desa di Kecamatan Tegalwaru, dua desa di Kecamatan Pangkalan, lalu dua desa Kecamatan Ciampel. "Masing-masing satu desa di Kecamatan Karawang Karawang Timur, Kecamatan Telukjambe Timur dan Cilamaya Wetan. Lalu masing-masing di dua desa Kecamatan Pedes, Kecamatan Karawang Barat dan Cikampek," ungkapnya.

 

Upaya penanganan banjir di daerah tengah dilakukan , menurut Acep, dari antisipasi tanggul jebol di Desa Telukbuyung dengan pengiriman karung, kemudian pengiriman pompa air di Rengasdengklok dan normalisasi sungai dengan alat berat.

 

"Lalu untuk banjir di Cikampek, kita meminta penambahan sypon air dari tiga menjadi empat kepada BBWS. Lalu juga ada pembuatan jaring-jaring untuk sampah. Namun ketika air lancar, tetapi perlu kita waspadai, jangan sampai banjir pindah ke Tirtamulya, makanya kita akan normalisasi juga sungai di sekitar itu," terangnya.

 

Acep mengakui hari pihaknya akan menggelar rapat terbatas untuk menentukan peningkatan status bencana Karawang dari sebelumnya siaga menjadi tanggap darurat. "Penentuannya hari ini. Kita akan melakukan rapat terlebih dahulu," pungkasnya. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT