24 February 2020, 21:28 WIB

Chelsea VS Bayern Muenchen jadi Ajang Pembuktian Pelatih Debutan


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola

CHELSEA akan menjamu klub asal Jerman Bayern Muenchen dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions, di Stadion Stamford Bridge, Rabu (26/2).

Bermain di kandang sendiri membuat Chelsea akan tampil habis-habisan demi mengamankan gol di kandang dan bisa bermain rileks di pertemuan kedua.

Partai ini sekaligus jadi ajang pembuktian dua pelatih debutan di liga Champions. Frank Lampard dari Chelsea serta pelatih Muenchen, Hans Flick sama-sama baru pertama kali menjalani musim di turnamen klub paling elite di daratan eropa.

Lampard sebelumnya pernah melatih Chelsea namun hanya di level liga eropa.

Kini, Lampard akan menghadapi ujian berat dengan bertemu langsung klub terbaik di Jerman.

Lampard harus memulai pertandingan liga Champions perdananya tanpa N'Golo Kante yang masih cedera.

Adapun kenangan pahit saat kedua tim bertemu di laga final liga Champions dengan kekalahan Muenchen masih terekam jelas di benak Thomas Muller.

Saat itu, The Bavarian tampil di kandang, The Blues tetap berhasil memenangkan duel melalui drama babak adu penalti.

Awalnya, Muenchen unggul lebih dulu berkat gol Thomas Muller di menit ke-83.

Kemenangan di depan mata dibatalkan oleh gol Didier Drogba yang memaksa Munchen dan Chelsea bermain sampai babak adu penalti.

Chelsea pun keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.

Namun, Muller merasa membandingkan laga yang sudah berusia delapan tahun itu sudah tidak lagi relevan.

Pasalnya kini Chelsea sudah jauh berbeda.

Tim London itu kini dihiasi oleh sejumlah pemain muda seperti Tammy Abraham dan Mason Mount.

Banyaknya pemain terbilang belum berpengalaman di Eropa membuat Muller lebih percaya diri menghadapi Chelsea.

"Chelsea punya pemain muda bertalenta serta berkualitas yang bisa menyakitkan anda. Kami harus bersiap melawan kekuatan khusus mereka," ucap Muller.

Muller menegaskan bahwa Chelsea bukanlah tim terbaik di Eropa. Jadi, dirinya tidak merasa takut saat bertandang ke Stamford Bridge.

Ia pun mengakui mempunyai rasa kagum pada lawannya di 2012 silam, Lampard yang saat ini menjabat sebagai pelatih Chelsea.

"Bukan hanya karena dari laga itu, tetapi dia adalah pemain yang super. Dia memainkan gaya sepak bola yang khusus. Secara teknis sangat bagus, punya teknik tembakan yang super, bagus dengan umpan panjang," ucap pemain berusia 30 tahun itu.

Ia menilai sosok Lampard sangat kreatif dalam memberikan umpan dan juga berbahaya saat di depan gawang.

Sementara itu, Lampard akan berjudi dengan mengamankan Olivier Giroud di lini depan.

Pasalnya, striker Prancis itu kembali dengan kerja keras saat ia mencetak gol pembuka melawan Tottenham pada hari Sabtu di awal Liga Primer pertamanya sejak November.

Giroud kini hanya menjadi pelapis untuk Abraham yang lebih dipercaya Lampard. Tetapi cedera Abraham memberi Giroud kesempatan kedua.

Lampard ingin gerakan cerdas dan gaya fisik ala Giroud bisa menyulitkan lini pertahanan Muenchen. (AFP/OL-8)

BERITA TERKAIT