24 February 2020, 21:23 WIB

Pemilihan Wagub DKI, PAN: Voting Terbuka Hindari Asumsi Negatif


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

PEMILIHAN wakil gubernur DKI Jakarta disepakati secara tertutup. Namun, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Zita Anjani mengaku fraksinya menginginkan adanya pemilihan secara terbuka.

"Kalau PAN kan ingin voting terbuka, tetapi forum kan bukan hanya PAN. Semakin terbuka, semakin baik. Supaya nggak ada asumsi-asumsi negatif dari publik," kata Zita di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (24/2).

Alasan kesepakatan voting secara tertutup karena mengikuti aturan tata tertib (tatib) yang dibuat oleh panitia khusus (pansus) sebelumnya. Ada 106 anggota dewan. Dimana untuk memenangkan pemilihan wagub harus memperoleh 50 persen + 1 suara.

Adapun dua calon yang memperebutkan kursi DKI 2 ialah Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nurmansjah Lubis dan Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria.

"Voting tertutup bukannya enggak voting, tetap voting tetapi di dalam bilik. Mungkin pertimbangannya ada yang malu atau bagaimana. Kita hormati semuannya," kata Zita.

DPRD juga menghendaki kedua calon tersebut memarkan misi mereka dalam membantu Gubernur Anies Baswedan dua tahun kedepan. Nantinya juga bakal ada sesi tanya jawab antara anggota dewan dengan cawagub.

"Yang paling penting ada fit and proper test (sesi tanya jawab). Itu kan yang kita nanti-nantikan semuanya. Di paripurna bisa disaksikan. Kalau di paripurna, justru bagus bisa dilihat oleh semua orang, dan disaksikan oleh media," tutur Zita.

Pekan ini, DPRD bakal menentukan struktur panitia pemilihan (panlih) wakil gubernur. Dari kesembilan fraksi, akan diwakilkan satu dewan. Untuk posisi ketua panlih disepakati bukan dari Fraksi Gerindra, PKS dan PDIP. (OL-4)

BERITA TERKAIT