24 February 2020, 21:10 WIB

Trinitan Global Pasifik Berkomitmen Bangun Energi Terbarukan


Heryadi | Ekonomi

PT Trinitan Global Pasifik menyatakan tetap fokus pada tujuan bisnis utamanya, serta berkomitmen membangun sektor ekonomi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

“Trinitan Global Pasifik tetap berkomitmen dalam bisnis membangun ekonomi energi terbarukan di Indonesia. Ini ikhtiar kami mendukung upaya pemerintah dalam penyediaan energi bersih dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia, di tengah isu global tentang perubahan iklim dan meningkatnya tuntutan gaya hidup eco-living,” ujar Christopher Liawan, Direktur Trinitan Global Pasifik, melalui keterangan resmi, di Jakarta, Senin, (24/2).

Hal itu diungkapkan Christopher untuk menanggapi pertanyaan atas dilepasnya saham anak perusahaannya, PT Sky Energi Indonesia Tbk. (JSKY), di lantai bursa saham. Padahal, Trinitan lah yang diketahui publik telah membidani lahirnya emiten yang bergerak di bidang pengembangan energi terbarukan melalui produksi solar panel itu.

Christopher menjelaskan hal ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan investasi di industri lain yang menyokong kebutuhan pertumbuhan JSKY.

“Penjualan saham itu melalui mekanisme repo (repurchase agreement) kepada beberapa pihak guna mendukung kinerja JSKY dalam mencapai target pendapatan Rp1 triliun pada 2020,” katanya.

Repo adalah mekanisme penjualan saham antara dua pihak yang diikuti dengan perjanjian yang pada kemudian hari yang telah ditentukan saham itu akan dibeli kembali dengan harga tertentu yang telah disepakati.

Pengamat energi yang juga Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, langkah yang dilakukan oleh PT Trinitan Global Pasifik merupakan bentuk dari sikap wait and see investor di sektor energi terbarukan.

"Menurut saya, mereka tidak benar-benar pergi, hanya wait and see saja, karena biar bagaimanapun potensi bisnis EBT di Indonesia masih sangat baik," katanya.

Menurut Mamit, investor baiknya tidak perlu ragu berinvestasi, karena ada komitmen pemerintah untuk mengembangkan EBT. Hal ini tecermin dari target bauran energi yang hendak dicapai pada 2025 yakni sebesar 23%. Selain itu masuknya RUU EBT ke dalam daftar Prolegnas.

Pada penghujung 2019, Sky Energi Indonesia juga telah mengumumkan memperoleh kontrak proyek-proyek pembangkit tenaga listrik energi terbarukan di Papua dari PT PLN (Persero) dengan nilai kurang lebih Rp300 miliar.

Dengan berbagai proyek ini, JSKY memproyeksikan akan meningkatkan laba bisnisnya menjadi Rp106 miliar pada 2020. Selain itu, mendongkrak aset perusahaan menjadi Rp717 miliar pada 2020 dari tahun sebelumnya sebesar Rp607 miliar seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi dan berbagai kontrak tender yang didapat. (E-3)

BERITA TERKAIT