24 February 2020, 21:04 WIB

PKS Kesal Dituding Gerindra Paling Ngotot Minta Voting Tertutup


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arifin tidak terima dengan tudingan dari Wakil Ketua DPRD dari Gerindra M. Taufik, yang menyebut fraksinya paling ngotot meminta pemilihan wakil gubernur secara tertutup.

"Enggak (ngotot). Ini kan kesepakatan fraksi, ya kita hargailah. Jangan kita menciderai apa yang sudah kita sepakati," kata Arifin saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (24/2).

Kesepakatan pemilihan wagub secara tertutup, katanya, berdasarkan tata tertib sebelumnya yang dibuat oleh panitia khusus (pansus). Arifin mengatakan, pada saat rapat pimpinan gabungan (rapimgab) beberapa waktu lalu, ia menunjukkan draft yang dibuat ole pansus sebelumnya.

"Akhirnya langsung di sepakati, diketok palunya sama pak Prasetyo (Ketua DPRD). Jadi, kalau kita bukan bicara soal voting tertutup. Tapi kita menyepakati hasil pansus. Yang bicara langsung voting tertutup itu dari Golkar Basri Baco dan Gembong (PDIP)," jelas Arifin.

Ia menyebut dengan adanya kesepakatan dari pansus tersebut, maka tidak boleh dilanggar oleh DPRD. Dua calon wagub yang kini bersaing ialah Politikus PKS Nurmansjah Lubis dan Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria.

"Kalau mintanya terbuka ya berarti kan menyalahi kesepakatan. Jangan begitu dong, kita enggak menghargai komitmen. Politik itu juga kan harus punya etika," pungkas Arifin.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD, Mohamad Taufik, mengungkapkan fraksi PKS yang meminta pemilihan Wakil Gubernur DKI dilakukan secara tertutup. Padahal, mayoritas fraksi menginginkan pemilihan atau voting secara terbuka.

"Sebenarnya, hampir semua (fraksi) sepakat terbuka. Tapi, karena PKS ngotot (tertutup), ya sudah lah biar cepat (selesai). Kami di Gerindra melanjutkan keinginan PKS," kata Taufik di Gedung Balai Kota, Jumat (21/2) lalu. (OL-4)

BERITA TERKAIT