24 February 2020, 21:00 WIB

Jokowi Disebut Kecewa Atas Pemecatan Helmy Yahya


Putra Ananda | Politik dan Hukum

ANGGOTA Komisi 1 DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo keberatan terhadap langkah Dewan Pengawas (Dewas) atas pemecatan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya. Sikap Istana tersebut terungkap ketika sembilan fraksi dari Komisi 1 rapat dengan Menteri Sekretaris Negara.

Farhan menuturkan ketidaksukaan Istana terhadap langkah pemecatan Helmy Yahya dinilai terjadi atas dasar pertikaian, bukan kinerja. Oleh sebab itu pihak Istana disebut tidak mengapresiasi langkah Dewas memecat Helmy Yahya

"Mensesneg dalam rapat dengan sembilan fraksi Komisi 1 menyatakan, presiden tidak happy dengan pemecatan terhadap Dirut TVRI karena isunya bukan performa, tapi isunya adalah pertikaian Dewan Pengawas vs Dirut," ujar Farhan di Jakarta, Senin (24/2).

 

Baca juga: Mantan Dirut TVRI Kritik Manajemen TVRI di Bawah Helmy Yahya

 

Farhan memastikan, kontroversi pemecatan Helmy Yahya dari posisi Dirut akan terjawab oleh hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kinerja Helmy akan dinilai berdasarkan hasil audit BPK terhadap kineria TVRI selama 2017-2019. .

"Dari situ akan ketahuan apakah memang pemecatan Dirut TVRI punya dasar yang kuat," katanya.

Menurut Farhan tindakan Dewas dinilai melanggar etika politik karena secara sepihak memecat Helmy Yahya dari kursi Dirut TVRI.

"Sikap Dewas yang jalan terus melakukan pemecatan Dirut dan perekrutan Dirut baru dinilai mengabaikan proses politik dengan DPR RI," tambahnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT