25 February 2020, 03:00 WIB

Fokus ke Persiapan PON dan Olimpiade


MI | Olahraga

PERSATUAN Renang Seluruh Indonesia (PRSI) menyatakan latihan untuk Olimpiade 2020 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 jadi dua program yang difokuskan tahun ini.

“Kami fokus urusan pemusatan latihan nasional (pelatnas) Olimpiade dan PON. Persiapan PON, sarana dan prasarananya sudah siap hampir 80% di Stadion Akuatik, Papua Bangkit,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PRSI Wisnu Wardhana baru-baru ini.

Pelatnas untuk Olimpiade menurut Wisnu saat ini memang belum dimulai. Proposal anggaran pun belum dikirimkan kepada Kementerian pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Terkait PON, Wisnu mengatakan pihaknya akan berbicara dengan PB PON mengenai kuota atlet. Saat ini PRSI belum menentukannya.

Di sisi lain, Polri dan Badan Narkotika Nasional diminta memanfaatkan momentum PON sebagai ajang sosialisasi  Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni Penangan status darurat narkoba membutuhkan kreatifitas yang melibatkan semua unsur atau elemen di masyarakat. Tak hanya kreatif dalam upaya penindakan, penegak hukum juga dituntut kreatif melakukan pencegahan lewat berbagai kegiatan.

“Saya rasa ini bisa menjadi salah satu langkah strategis bagi Polri dan BNN dalam upayanya menanggulangi persoalan narkotika di negeri ini,” kata Sahroni.

Lebih jauh, semarak PON yang akan digelar dinilai dapat dioptimalkan sebagai wadah pemberdayaan orang asli Papua yang terebar di seluruh Indonesia, khususnya kota-kota besar yang selama ini menjadi kantung-kantung anak muda Papua, menjadi influencer dalam rangka mensosialisasikan PON sekaligus menjadi duta antinarkoba. “Ibarat kata pepatah, sekali kayuh, dua tiga pulau terlampaui. Winning hearts and mind,” seru politikus NasDem itu.

Dikatakan Sahroni, kedepan langkah ini bahkan bisa menjadi pilot project, dimana Polri-BNN dengan Kemenpora bersinergi mengoptimalkan P4GN pada setiap penyelengaraan PON berikutnya, maupun multiajang olahraga lainnya.

“Penyelengaraan PON itu kan bergilir dari satu provinsi ke provinsi lain. Bayangkan nantinya begitu banyak influencer yang bisa diberdayakan bagi daerahnya masing-masing,” tuturnya. (Ant/R-3)

BERITA TERKAIT