24 February 2020, 20:39 WIB

Investasi di Luar Jawa bakal Diberi Insentif Tambahan


Putra Ananda | Ekonomi

PEMERINTAH berencana memberikan insentif tambahan bagi para investor yang melakukan investasi di luar pulau Jawa. Hal tersebut merupakan salah satu strategi pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan di luar Jawa.

"Untuk teman-teman yang ingin berinvestasi di luar Jawa seperti NTT, Maluku, Papua, Sulawesi hingga Kalimantan insentifnya harus di kasih lebih dari daerah-daerah di Jawa yang infrastrukturnya sudah lebih bagus," tutur Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/2).

Bahlil menuturkan penanaman modal investasi di luar pulau Jawa memilki risiko lebih besar. Infrastruktur yang belum merata di daerah menjadi salah satu faktor tingginya resiko berinvestasi di luar Jawa.

"Karena mereka menanggung resiko yang lebih besar daripada investasi di Jawa. Itu yang sekarang kita lagi lakukan mendorong investasi di luar Jawa," ungkapnya.

Berdasarkan data BKPM, penyebaran investasi di Pulau Jawa pada 2019 mencapai 53,6%. Sisanya, 46,4%, tersebar di daerah lain seperti Sumatera (19,1%), Kalimantan (10,4%), Sulawesi (9,4%), Nusa Tenggara (3,2%), dan Papua (4%). Bahlil menjelaskan target realisasi investasi luar Jawa pada 2020 dapat mencapai 48,35.

"Kita ingin investasi ke depan tidak hanya mengandalkan investasi asing. Kita lagi garap betul dengan data peta potensi itu. Kita akan tawarkan kepada investor-investor dalam negeri," ujarnya.

Bahlil memaparkan pemerintah juga akan mempermudah investor dalam negeri dalam melakukan investasi Penanaman Modal Dalam Negri (PMDN). Proses perizinan investasi akan dilakukan secara satu pintu agar memberikan kemudahan dan kepastian bagi para investor dalam negeri. Selama ini, investor dalam negeri lebih tertarik berinvestasi di luar negeri.

"Karena tidak ada kepastian dari kita. Perizinan sering diputar-putar dan dipersulit. Akhirnya investor dalam negeri lari ke Filipina, Vietnam, dan Timur Tengah," ungkapnya.

Proses investasi dalam negeri sendiri sudah berhasil menyerap 1.033.835 tenaga kerja. BKPM membagi 3 sektor investasi yaitu 60,8% sektor tersier, 20,4% primer, hingga 18,8% sektor sekunder. Investasi tersebut 52,3% berasal dari modal asing dan 47,7% dari modal dalam negeri. (E-3)

BERITA TERKAIT