25 February 2020, 00:30 WIB

Mantan Kakanwil Dituntut 8,5 Tahun


MI | Nusantara

MANTAN Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jambi, M Tahir Rahman, dituntut hukuman 8,5 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Jambi.

Amar tuntutan dibacakan jaksa dalam  sidang yang diketuai hakim Erika Sari Emsah, kemarin. Selain kurungan 8,5 tahun, Jaksa Putu Eka Suyanta menyebutkan kewajiban terdakwa membayar denda sebesar Rp500 juta atau subsider enam bulan penjara.

Tidak hanya itu, Tahir juga diharuskan membayar uang pengganti atas kerugian yang diderita negara sebesar Rp1,070 miliar subsider lima tahun penjara.
Menurut jaksa, Tahir terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan enam terdakwa lainnya.

Enam terdakwa lainnya ialah Tendrisyah (subkontraktor) dituntut 9 tahun penjara dan wajib membayar uang pengganti Rp2,374 miliar subsider enam tahun penjara serta denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara.

Lalu Eko Dian Iing Solihin, Ketua Pokja ULP Kemenag Jambi dituntut dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 4 bulan penjara. Dasman, pejabat pembuat komitmen, dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 6 bulan.

Selain itu, Johan Arifin Muba yang disebut sebagai pemilik proyek dituntut 8,5 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.  Dalam kasus korupsi proyek Asrama Haji Jambi tersebut, Bambang Marsudi Rahardja yang bertindak sebagai pemodal tidak luput dari jerat hukum.

Dia dituntut 9,5 tahun penjara, uang pengganti Rp7,5 miliar subsider 5 tahun kurungan dan denda Rp500 juta.  Direktur PT Guna Karya Nusantara Cabang Banten, Mulyadi alias Eko, selaku rekanan pemenang tender yang dituding jaksa sarat rekayasa, dituntut 8,5 tahun penjara, membayar uang pengganti Rp541 juta dan denda Rp500 juta.

Sebelumnya, dari hasil penyidikan yang dilakukan Polda Jambi serta hasil audit BPK perwakilan Jambi, terungkap kerugian negara sekitar Rp11,7 miliar. Adapun pembangunan asrma haji itu  menelan biaya Rp51,5 miliar. (SL/N-3)

BERITA TERKAIT