24 February 2020, 23:45 WIB

Pemerintah Kembangkan Ekosistem bagi UMKM


MI | Ekonomi

KONTRIBUSI ekspor yang berasal dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia baru mencapai 14%. Hal ini tergolong rendah mengingat jumlah pelaku UMKM Indonesia yang tergolong besar mencapai 65 juta entitas bisnis.

Kontribusi ekspor itu jauh lebih rendah daripada UMKM di Vietnam yang 17%, Malaysia 20%, Thailand 35%, Korea dan Jepang sekitar 55%-60% serta China 70%.

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengatakan arahan Presiden Joko Widodo amat jelas agar pelaku UMKM ditingkatkan kualitasnya agar mampu bertumbuh dan menembus pasar ekspor.

“Kita ingin agar kontribusi ekspor dari UMKM itu  ditingkatkan. Sebab ke depan yang memiliki potensi besar untuk bertumbuh dan berkembang itu usaha kecil dan menengah. Usaha besar sudah relatif stuck,” ujar Menteri Teten saat membuka acara Kolaborasi untuk Koperasi Keren dan UMKM Naik Kelas di Jogjakarta,  Senin (24/2).

Hadir dalam acara itu Staf Khusus Presiden  Putri Indahsari Tanjung yang membagikan pengalamannya membangun bisnis.

Untuk itu pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM akan menciptakan ekosistem bisnis yang mendukung perkembangan UMKM.

“Untuk bisa berkembang,UMKM itu butuh ekosistem yang mendukung. UMKM itu butuh rantai pasokan bahan baku yang murah, pembiayaan yang ramah dan tentu saja kolaborasi dengan usaha besar, “ jelas Teten.

Berkaca dari pengalaman usaha- usaha besar di dunia, rantai pasok yang ada itu diisi oleh pelaku UMKM. Sehingga dengan berkolaborasi bersama usaha besar, pelaku UMKM akan meningkat kualitasnya dan mampu menembus pasar ekspor.

Staf Khusus Presiden Putri Indahsari Tanjung mengatakan kolaborasi dan kreativitas merupakan hal yang harus berjalan beriringan guna meningkatkan kapasitas usaha.

Dalam kesempatan itu Teten menekankan pentingnya perubahan mindset dari pelaku UMKM untuk naik kelas. Dan untuk itu pemerintah melakukan peningkatan kapasitas dengan memberikan pelatihan.

Deputi  Bidang SDM Kementerian Koperasi dan UMKM Arif Rahman Hakim mengatakan jumlah wirausaha yang mendapatkan pelatihan tahun ini sebanyak 57.700 orang.

Adapun target  Rasio Kewirausahaan naik dari 3,47%  menjadi 3,64% dan  Rasio Wirausaha berbasis peluang menjadi  10,30%. (Uud/E-3)

BERITA TERKAIT