24 February 2020, 18:44 WIB

Menkopolhukam Pastikan 74 WNI di Kapal Diamond Princess Dijemput


Indriyani Astuti | Humaniora

PEMERINTAH memastikan tetap akan menjemput 74 warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini masih berada di kapal pesiar Diamond Princess. Kapal tersebut masih berlabuh di Perairan Yokohama, Jepang karena ratusan penumpangnya positif terkena virus Korona (COVID-19).

"Pada prinsipnya akan dijemput sudah resmi pernyataan presiden," ucap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) di Kantor Kementerian Koordinator Polhukam di Jakarta, hari ini.

Mengenai teknis dan cara penjemputan, Mahfud menyampaikan hal itu akan diatur oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri. Tetapi ia menegaskan pemerintah tetap akan memulangkan WNI yang tidak terinfeksi virus Korona di kapal tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo saat menghadiri Keduri Kebangsaan di Aceh, pekan lalu.

"Mereka pada prinsipnya akan dipulangkan sesuai pernyataan presiden di Aceh. Nanti kita lihat seberapa  persis (jumlahnya) akan ketahuan," imbuhnya.

 

Baca juga: AS Bawa Pulang Warganya yang Dikarantina di Diamond Princess

 

Seperti yang diberitakan Media Indonesia pada Senin (24/2), terdapat total 78 WNI yang berada di kapal pesiar tersebut, 4 orang sudah terjangkit virus korona. Namun, jumlahnya kini bertambah menjadi 9 orang.

Di lain sisi, pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan evakuasi 188 WNI di kapal pesiar World Dream. Adapun pemulangan puluhan WNI di kapal pesiar Diamond Princess masih dalam tahap negosiasi dengan pemerintah Jepang.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana Negara, Jakarta, hari ini, menjelaskan pemulangan WNI di kapal World Dream diprioritaskan karena risikonya lebih kecil. Sebab, belum terdapat kasus positif virus korona di dalam kapal, seperti yang terjadi di kapal Diamond Princes

Untuk pemulangan WNI di kapal Diamond Princess, Terawan mengatakan pemerintah terus bernegosiasi dengan Jepang mengenai cara terbaik evakuasi. Dalam hal ini, untuk menutup celah potensi penularan virus mematikan.

Kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Yokohama, Jepang, dikhawatirkan menjadi episentrum baru penularan virus korona. Terawan mengatakan pemerintah tidak ingin terburu-buru, agar Indonesia tidak menjadi lokasi penularan baru virus yang berasal dari Tiongkok. Kepada pemerintah Jepang, lanjut Terawan, Indonesia juga meminta data epidemologi. (OL-8)

BERITA TERKAIT