24 February 2020, 18:45 WIB

Menjanjikan, Petani Bireun Gemar Menanam Jagung


Amiriddin Abdullah Reubee | Nusantara

PETANI di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, kini semakin antusias menanam jagung. Pasalnya tanaman pangan ini selain mudah diurus
dan tidak banyak serangan hama penyakit, juga harganya sekarang masih menjanjikan.

Sesuai informasi diperoleh Media Indonesia, luas lahan jagung di Bireuen sudah mencapai 11 ribu (ha) hektare. Itu tersebar Kecamatan Juli, Jeumpa, Peudada, Plimbang, Peusangan Siblah Krueng dan Kecamatan Peusangan Selatan.

Terkait besaran hasil produksi gabah jagung di Bireuen baru mencapai angka tertinggi 4 ton/ha. Ini dianggap masih rendah bila dibandingkan produksi ideal yang mencapai 6 ton hingga 7 ton/ha.

Dari sekitar 11 ribu ha lahan jagung di kawasan otonomi yang lahir dari pemekaran Kabupaten Aceh Utara pada 12 Oktober 1999 tersebut, baru bisa berproduksi berkisar 25 ribu hingga 30 ribu ton/kali panen. Untuk setahun baru bisa dipanen dua kali. Jumlah perolehan produksinya berkisar 50 ribu hingga 60 ribu ton/tahun.

"Semakin ramai warga berminat menanam jagung. Bahkan bagi yang tidak memiliki kebun atau tanah sawah sendiri, rela menyewa lahan orang lain dengan membayar 10 persen dari hasil panen nanti" Tutur Husaini MY Pengusaha Penampung gabah jagung di Bireuen, Senin (24/2).

Dikatakan Husaini, harga gabah jagung di Kabupaten Bireuen, sekarang Rp4.250/kg. Harga tersebut dianggap standard bila dibandingkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani.

"Pada posisi harga Rp 4.250 ini masih lumayan keuntungan diperoleh petani. Kalau hitungan kasar, harga terendah yang bisa dipertahankan petani berkisar Rp 3.800 hingga 4.000/kg. Kurang dari itu bisa mengkhawatirkan," jelasnya.

Karena itu, petani jagung di Bireuen mengharapkan pemerintah harus tegas mengawasi harga gabah jagung di pasaran. Jangan sampai dipermainkan pengusaha besar sehingga merugikan petani. "Kalau harga tidak menentu, ditambah lagi pemasaran hasil panen petani sulit, ini sangat berpotensi hilang semangat menanam" tambah Husaini.

Sebelumnya pada Jumat (21/2) akhir pekan lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, melakukan panen raya jagung di kawasan Desa Batee Raya, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Menteri Pertanian ke-28 yang mantan Kepala Desa Karabasse, Kecamatan Botonompo, Kabupaten Gowa dan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode, mulai 8 April 2008- 8 April 2018 itu, juga membantu alat mesin pertanian sejumlah traktor olah tanah kepada petani setempat.

Lahan jagung milik petani di pedalaman Bireuen tersebut, merupakan bantuan modal serta kerja sama Kementerian Pertanian, BNNP dan jajaran TNI. Hal itu untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di kawasan setempat. (OL-12)
 

BERITA TERKAIT