24 February 2020, 18:00 WIB

Jembatan Ngasem Ambrol Dilindasi Truk Bertonase Tinggi


M Yakub | Nusantara

DIDUGA sering dilintasi truk betonase tinggi, jembatan antarkecamatan di Dusun Sambirejo, Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menjadi ambrol dan terputus, Senin (24/2) pagi. 

Akibat ambrolnya jembatan ini mengakibatkan warga yang hendak melintasi jalur tersebut harus memutar lebih jauh. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama warga dan pihak terkait melakukan pembersihan dan membuat jalan darurat agar bisa dilintasi warga dengan kendaraan berukuran kecil.

"Iya hari ini dilaksanakan kerja bareng pembersihan dan pembuatan jalan darurat agar bisa dilintasi kendaraan roda dua," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro, Eko Susanto, Senin (24/2) siang.

Menurut dia, akibat terputusnya jembatan antarkecamatan sepanjang 12 meter dengan lebar 4 meter tersebut membuat warga Kecamatan Ngasem yang hendak ke Kecamatan Bubulan, Sekar dan Ngasem tidak bisa secara langsung. Warga, kata dia, harus memutar melalui melalui jalur Kecamatan Dander, Khayangan Api, dan baru masuk Kecamatan Ngasem.

Dari sana penduduk bisa melanjutkan perjalanan terus ke arah Sekar atau bisa juga melalui Kecamatan Temayang, masuk Kecamatan Ngondang dan baru Sekar. " Memang ini jaraknya makin jauh, karena memutar," tambahnya.

Ia mengakui jembatan itu amblas dan mengalami longsor sedalam 8 meter pada saat terjadi hujan deras pada Minggu petang. Namun hasil kajian sementara Tim Pemkab, terputusnya jembatan itu bukan akibat longsor yang dipicu hujan kemarin. " Tapi memang secara teknis jembatan itu tidak mampu di lewati truk bertonase tinggi bermuatan material semen cor untuk  perbaikan jalan," jelasnya.

Dan agar bisa dilintasi warga dengan kendaraan roda dua, BPBD bersama aparat kecamatan, TNI, dan Polri melakukan pembersihan dan membuat jalan darurat. BPBD juga belum mengetahui angka kerugian materi akibat terputusnya jembata  antarkecamtan tersebut.Sebab, Tim Pemkab juga tengah melakukan pendataan dan kalkulasi di lokasi. (OL-12)

BERITA TERKAIT