24 February 2020, 17:03 WIB

Dampak Ekonomi Virus Korona Bakal Terasa Maret Ini


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan industri manufaktur Indonesia berpotensi lumpuh pada pertengahan Maret 2020 jika virus korona terus merebak dan nirsolusi.

"Setiap hari kami mengitung, tadi pagi sudah 79.166 yang terinveksi dan 2.444 meninggal di Tiongkok. Jadi kalau kita lihat terus karena ini eksponensial tumbuhnya dan belum tahu selesainya kapan," kata Susiwijono usai menghadiri Economic Forum bertajuk 'Omnibus Law dan Transformasi Percepatan Ekonomi' di IDX Channel, Senin, Jakarta, (24/2).

"Puncaknya korona itu sekitar 20 Januari sampai 30 Januari. Kkalau dua bulan plus, itu berarti di pertengahan Maret mulai terasa. Jadi pemerintah harus mulai memikirkan ini," sambungnya.

Ia menambahkan pemerintah telah mengambil langkah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berdaya saing dan kuat di tengah merebaknya virus korona.

Di sisi fiskal misalnya, pemerintah telah mengubah skema penyaluran dana transfer ke daerah dan dana desa dan dana BOS. Strategi frontloading APBN itu, kata Susi, diharapkan mampu membuat pertumbuhan ekonomi di quartal 1 2020 dalam kategori yang baik.

Namun, ia tak memungkiri dampak virus korona itu berpengaruh besar pada kegiatan ekspor dan impor Indonesia. Itu dikarenakan Tiongkok merupakan negara mitra dagang terbesar Indonesia.

Oleh sebab itu, pemerintah tengah mencari alternatif untuk tetap memberi stimulus pada industri manufaktur nasional.

"Ekspor kita mencari alternatif market, maupun impor bahan baku kita mencari alternatif source-nya. Nah, itu tidak mudah. Pemerintah pasti bertahap, mudah-mudahan satu, (virus korona) ini jangan terlalu lama, memang belum ada kepastian," jelasnya. (E-3)

 

BERITA TERKAIT