24 February 2020, 14:38 WIB

Anwar Ibrahim Merasa Dikhianati Mitra Pakatan Harapan


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PRESIDEN Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim pada Minggu (23/2) waktu setempat, menyatakan dirinya telah dikhianati para mitra dalam koalisi Pakatan Harapan (PH).

Pernyataannya muncul di tengah spekulasi yang berkembang bahwa koalisi penguasa baru akan dibentuk. Terdiri dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), UMNO, Parti Islam Se-Malaysia (PAS) dan partai lainnya.

Dalam siaran langsung melalui akun Facebook, Anwar mengatakan pengumuman resmi tidak akan dibuat sementara ini. Dia mendapat informasi adanya aroma pengkhianatan. Anwar mengungkapkan terdapat upaya memecah PH, sehingga pemerintahan baru dapat dibentuk.

"Upaya itu melibatkan mantan teman-teman kita dari Bersatu dan sekelompok kecil dari PKR yang telah mengkhianati kita," ujar Anwar di kediamannya.

"Mereka telah bertemu Agong (Raja Malaysia) malam ini, tetapi tidak ada pengumuman yang dibuat," imbuhnya.

Sebelumnya, Anwar mengaku kaget dengan kabar tersebut, yang dinilainya sebagai pengkhianatan karena janji telah dibuat.

Baca juga: Mahathir Mohamad Ajukan Pengunduran Diri

“Tampaknya akan ada perubahan, mungkin terjadi paling cepat. Mungkin besok. Meskipun tidak ada pengumuman malam ini, tetapi dari informasi yang saya terima memang ada upaya seperti itu," terangnya.

Anwar dijadwalkan menghadiri audiensi dengan raja pada Senin (24/2) waktu setempat. Tujuannya memberikan "pembaruan normal" tentang politik. Hal itu dilaporkan Malay Mail dengan mengutip pernyataan seorang ajudan. Pertemuan tersebut telah dijadwalkan beberapa waktu lalu.

Pada Minggu malam, dilaporkan terjadi pertemuan antara anggota parlemen dari kedua kubu politik, termasuk Bersatu, UMNO, PAS dan faksi sempalan PKR yang dipimpin oleh Azmin Ali, di Hotel Sheraton, Petaling Jaya, Malaysia.

Gabungan Parti Sarawak, Parti Warisan Sabah, dan Asosiasi China Malaysia (MCA) juga hadir. Tokoh-tokoh politik senior yang mengikuti pertemuan, termasuk Presiden Bersatu Muhyiddin Yassin, Presiden PAS Abdul Hadi Awang, Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi, dan Presiden MCA Wee Ka Siong.

Laporan Star menyebut lebih dari 130 anggota parlemen dilaporkan hadir di hotel tersebut. Sebagai informasi, terdapat 222 kursi di parlemen. Menurut laporan media Malaysia, para pemimpin dari enam partai telah bertemu raja di Istana Negara pada Minggu (23/2) malam.

Pada Senin (24/2) ini, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, membuat keputusan mengejutkan. Pemimpin berusia 94 tahun itu mengumumkan pengunduran diri. Keputusan Mahathir menyusul konflik politik akhir pekan. Partainya, Partai Pribumi Bersatu Malaysia, dilaporkan berencana membentuk pemerintahan baru yang akan mengecualikan Anwar Ibrahim. (Channelnewsasia/OL-11)

BERITA TERKAIT