24 February 2020, 14:11 WIB

Aplikasi SehatQ Bantu RS Tingkatkan Pelayanan


Mediaindonesia.com | Teknologi

HINGGA saat ini, berdasarkan data dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) masih ada 572 rumah sakit yang berpeluang meraih akreditasi. Termasuk rumah sakit swasta.

Kepala Bidang Teknologi Informasi KARS, dr. Djoni Darmadjaja dalam keterangan resmi diterima Media Indonesia, Senin (24/2) mengatakan bahwa ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh rumah sakit untuk bisa memperoleh akreditasi, tidak terkecuali rumah sakit swasta.

Sebagai salah satu syaratnya, rumah sakit harus beroperasi penuh dengan menyediakan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat secara paripurna.

"Yang dimaksud paripurna di sini adalah informasi dan pelayanan kesehatan non-stop, selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu," kata Kepala Bidang Teknologi Informasi KARS, dr. Djoni Darmadjaja.

Oleh karena itu, asosiasi pun mendorong rumah sakit swasta di Indonesia untuk meningkatkan layanan kesehatan secara optimal. Salah satunya melalui penggunaan aplikasi kesehatan sebagai bentuk digitalisasi layanan.

Menanggapi hal itu, Sekjen Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) drg Iing Ichsan Hanafi membenarkan bahwa pemanfaatan teknologi tersebut akan memangkas sejumlah tahapan, yang selama ini diperlukan rumah sakit untuk beroperasi melayani masyarakat.

"Terutama dalam mempertemukan pasien dan dokter yang sesuai dengan keluhan kesehatan pasien," kata Iing dalam peluncuran aplikasi kesehatan PatientQare dari SehatQ.

Ia mengungkapkan, dengan beroperasi penuh secara paripurna, rumah sakit akan membutuhkan aplikasi kesehatan untuk menjamin setiap pasien mendapatkan layanan medis yang dibutuhkan. Salah satunya adalah dengan memastikan pasien terdaftar untuk berkonsultasi dengan dokter yang dituju.

Apabila ada ratusan bahkan ribuan pasien setiap hari, sistem administrasi secara manual, tentu menjadi tantangan besar bagi rumah sakit dalam memberikan layanan optimal bagi masyarakat. Pada akhirnya, rumah sakit dituntut untuk mengadopsi teknologi melalui aplikasi kesehatan, untuk menghadirkan layanan paripurna serta meraih akreditasi.

baca juga: RI masih Negosiasikan Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess

Salah satu aplikasi yang kini sudah digunakan rumah sakit adalah aplikasi PatientQare dari SehatQ. Aplikasi kesehatan SehatQ untuk pasien ini terhubung secara seamless dengan platform PatientQare untuk rumah sakit dan klinik.

"Platform PatientQare ini memungkinkan rumah sakit dan klinik mengatur ketersediaan tenaga medis terutama dokter dengan lebih baik, sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Direktur SehatQ, Dewi Bramono.

Ia pun mengungkapkan, selama ini sistem booking tradisional secara manual rawan mengalami gangguan akibat human error. Melalui aplikasi SehatQ, pasien bisa mencari jadwal dokter dengan mudah dan melakukan online booking. Dengan jadwal konsultasi yang lebih pasti, proses berobat menjadi mudah, lebih nyaman dan waktu tunggu pasien berkurang. (OL-3)

BERITA TERKAIT