24 February 2020, 14:07 WIB

Fatayat NU Desak Pemkab Purwakarta Tutup Bank Emok


Reza Sunarya | Nusantara

FATAYAT Nahdatul Ulama Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat mendesak Bupati Purwakarta dan DPRD Jawa Barat untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah larangan beroperasinya Bank Emok di Kabupaten Purwakarta. Keberadaan Bank Emok yang sudah meresahkan warga Purwakarta, Jawa Barat dikritisi Fatayat NU Kabupaten Purwakarta. Karena berawal dari kesulitan ekonomi di masyarakat, banyak warga yang kini terlibat utang piutang dengan bunga tinggi akibat merebaknya Bank Emok.
 
"Masyarakat akhir akhir ini menjadi keresahan bagi kaum ibu dan lainya. Utang piutang yang terjadi di masyarakat lewat pinjaman langsung atau sering disebut bang Emok betul-betul meresahkan. Kami  dari Fatayat meminta pada Bupati Kabupaten Purwakarta untuk membuat Perda larangan Bank Emok beroperasi di Kabupaten Purwakarta," kata Ketua Fatayat NU Kabupaten Purwakarta, Nyimas D Badriah, Senin (24/2).

Menurut, Nyimas D. Badriah, peraturan daerah yang melarang keberadaan Bank Emok, turunannya bisa dijadikan Peraturan Desa (Perdes) di Masing-masing Desa.

"Desa bisa membuat bank-bank desa yang alokasi pendanaanya bisa menggunakan dana desa untuk simpan pinjam masyarakat desa. Dan ini  juga bisa meningkatkan pemberdayaan dan perekonomian masyarakat desa sehingga Bank Emok tak bisa lagi beoperasi di desa-desa," lanjut Nyimas.

baca juga: Bangka Belitung, Provinsi Pertama Raih Halal Award

Ia menambahkan Fatayat NU siap membantu Pemkab Purwakarta untuk menyosialisasikan dan menggerakkan kader-kader untuk berpartisipasi aktif dalam program tersebut.

"Semoga keinginan ini bisa menjadi perhatian serius  Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT