24 February 2020, 13:54 WIB

Kapolri Tegaskan Tak Ada Permainan Atur Skor di Liga 1 2020


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Sepak Bola

KAPOLRI Jendral Idham Azis mengingatkan para pemain di Liga 1 untuk bermain sportif  tanpa ada permainan atur skor. Hal tersebut diungkapkan Kapolri saat peluncuran jersey baru bagi tiga tim olahraga binaan Polri yakni tim sepakbola Bhyangkara FC, tim voli putra Bhayangkara Samator dan tim voli putri Popsivo PGN Polwan  di Auditorium PTIK, Jakarta, Senin (24/2).

"Kepada Bhayangkara FC, jangan sampai kalian main atur skor karena kita ada satgas antimafia bola. Tidak elok juga kalau ada pepatah jeruk makan jeruk,” kata Idham.

Ia berharap tak ada praktik curang, apalagi anggota tim olahraga ini merupakan anggota kepolisian yang harusnya memberikan cerminan baik kepad tim lainnya.

"Saya berharap bahwa Bhayangkara FC dan lainnya bisa berprestasi dengan baik agar memberikan gambaran bahwa suport dan tetap dalam sportivitas yang kita kedepankan. Sehingga tugas dari polri berjalan baik," lanjutnya.

Baca juga : Soal Indra Sjafri, Bhayangkara FC Berkirim Surat dengan PSSI

Sehingga ia pun berpesan untuk percaya pada wasit yang memimpin dan mengawasi jalannya pertandingan. "Masa polisi kalau kalah berantem, apalagi mukul wasit. Ini kan kesebelasan bukan kaleng-kaleng,” lanjutnya.

Pada Liga 1 ini, Bhayangkara FC pun menargetan untuk bisa mengulang kejayaan 2017 silam yang mana berhasil keluar sebagai juara pertama. Saat itu Bhayangkara FC menoreh 68 poin.

Idham pun memiliki harapan serupa bagi Bhayangkara Samator dan Popsivo Polwan yang berlaga di Proliga 2020. (Wan/OL-09)

BERITA TERKAIT